Kendari – Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (Peradi Profesional) mulai melakukan konsolidasi di berbagai daerah setelah resmi dideklarasikan di tingkat nasional.

Di Kendari, Sulawesi Tenggara menjadi salah satu wilayah yang bergerak lebih awal melalui kegiatan sosialisasi organisasi yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Kegiatan tersebut digelar dalam suasana Ramadan dan dihadiri para advokat serta masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Peradi Profesional Sultra juga menyalurkan santunan kepada 100 penerima manfaat, terdiri dari 75 anak yatim dari Panti Asuhan Al Hidayah dan Panti Asuhan Al Amin, serta 25 kaum dhuafa.

Ketua Peradi Profesional Sulawesi Tenggara, Dr. Syahruddin Latif, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi organisasi yang baru saja dideklarasikan secara nasional sekitar sepekan lalu di Jakarta.

“Kegiatan hari ini dalam rangka sosialisasi Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional atau Peradi Profesional. Organisasi ini baru saja dideklarasikan satu minggu lalu di Jakarta, dan saya sebagai salah satu deklarator menindaklanjutinya dengan sosialisasi di Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Syahruddin kepada wartawan, Senin 11 Maret 2026.

Menurutnya, setelah pelantikan pengurus pusat selesai dilaksanakan, Peradi Profesional akan melanjutkan pembentukan kepengurusan di berbagai daerah di Indonesia.

“Insyaallah setelah bulan suci Ramadan dan pelantikan pengurus pusat, akan dilanjutkan dengan pembentukan dan pelantikan dewan pimpinan cabang di cabang-cabang di seluruh Indonesia,” ujarnya.

 

Syahruddin menjelaskan, lahirnya Peradi Profesional tidak terlepas dari berbagai tantangan yang tengah dihadapi profesi advokat di Indonesia. Salah satunya adalah semakin banyaknya organisasi advokat yang muncul.

Ia menyebutkan, jika sebelumnya delapan organisasi advokat pernah bersatu dalam satu wadah single bar, kini jumlah organisasi advokat yang tercatat di Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum telah mencapai lebih dari 50.

“Ini menunjukkan adanya fragmentasi dan perpecahan. Di sisi lain, perkembangan hukum berjalan sangat cepat, termasuk perkembangan teknologi yang mempengaruhi praktik hukum,” ujarnya.

Perkembangan tersebut, lanjut dia, menuntut advokat untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu mengikuti dinamika hukum yang semakin kompleks.

“Pengetahuan dan keterampilan advokat harus terus di-update, karena perkembangan hukum dan teknologi berjalan sangat cepat,” katanya.

Syahruddin menegaskan Peradi Profesional hadir dengan menempatkan mutu, etika, dan karakter sebagai fondasi utama organisasi.

Ia mengakui saat ini terdapat kecenderungan penurunan etika dalam hubungan antaradvokat, termasuk dalam tata pergaulan profesional.

“Kita menyadari ada degradasi etika, termasuk dalam sopan santun dan hubungan dengan rekan sejawat. Hal-hal seperti ini harus kita perbaiki agar marwah profesi advokat tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, profesi advokat merupakan officium nobile atau profesi yang mulia karena memiliki peran penting dalam menegakkan keadilan dan membantu masyarakat mendapatkan hak-haknya.

Dalam lima tahun ke depan, Peradi Profesional menargetkan lahirnya advokat yang memiliki kapasitas keilmuan yang terus berkembang dan mampu mengikuti dinamika hukum.

“Kita berharap memiliki anggota yang kapasitasnya terus meningkat, update dengan perkembangan hukum, dan mampu menjadi pahlawan keadilan bagi masyarakat,” kata Syahruddin.

Selain itu, organisasi tersebut juga berencana membentuk lembaga bantuan hukum untuk memperluas layanan advokasi kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.

“Kita ingin lebih banyak memberikan advokasi kepada masyarakat yang mengalami permasalahan hukum. Ke depan juga akan ada advokat lembaga bantuan hukum yang kita dirikan setelah pelantikan,” ujarnya.

Saat ini, sekitar 30 advokat di Sulawesi Tenggara telah bergabung dengan Peradi Profesional dan tengah menjalani proses verifikasi keanggotaan.

Kegiatan sosialisasi tersebut kemudian ditutup dengan tausiyah Ramadan serta penyerahan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi di bulan suci Ramadan. (red)

71 / 100 Skor SEO