Olahraga

Langkah Karateka Sultra Terhenti, Akhiri Perjuangan di PON Bela Diri Kudus

61
×

Langkah Karateka Sultra Terhenti, Akhiri Perjuangan di PON Bela Diri Kudus

Sebarkan artikel ini
Karateka Sultra

KUDUS, – Tim Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) gagal menyumbangkan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah.

Lima karateka terbaik yang diturunkan Sultra harus tersingkir di babak-babak penyisihan.

Lima karateka andalan Sultra dalam kontingen PON Bela Diri kali ini adalah Asman Herdani, Muhammad Dani Ode Tua, Zaki, Irgi, dan Fachrul Nasrun Salili.

Karateka Sultra sempat menunjukkan harapan saat Asman Herdani berhasil mencatatkan dua kali kemenangan di nomor Kata Perorangan.

Namun, langkah Asman terhenti sebelum mencapai babak semifinal, yang sekaligus menggagalkan peluang merebut medali perunggu.

Optimisme tim Anoa (julukan Sultra) kembali muncul saat Muhammad Dani Ode Tua berlaga di nomor Kumite kelas -60 Kg. Sayangnya, harapan tersebut harus kandas di babak penyisihan setelah Dani tak mampu mengatasi ketangguhan karateka Lampung, Fahrel Apriansyah.

Kekalahan beruntun ini belum melenyapkan harapan Sultra sepenuhnya. Tim Forki masih menyisakan laga di hari kedua, yakni penampilan Kata Beregu Putra dan Kumite Putra kelas -67 Kg yang menjagokan Fachrul Nasrun Salili. Namun, nasib berkata lain. Kedua nomor pertandingan tersisa tersebut juga tersingkir di babak penyisihan.

Fachrul Nasrun Salili sendiri harus mengakui keunggulan karateka DKI Jakarta, Angga Apprilian, dengan skor telak 6-1.

Pelatih tim karate Sultra, Indra Jaya Tahrir, menilai bahwa kemampuan atlet dari seluruh daerah di ajang PON kini sudah merata. “Kemampuan atlet semua daerah sudah sama. Sudah merata semua provinsi. Pengalaman tanding dan jam terbang para atlet sudah sama,” kata Indra Jaya Tahrir di Arena Djarum Foundation Kudus, Jumat (24/10).

Indra juga menyebut beberapa faktor non-teknis dan teknis yang memengaruhi performa atlet. Secara non-teknis, jarak yang jauh antara tempat pemanasan dan tempat pertandingan serta kondisi ruangan ber-AC membuat suhu badan atlet cepat kembali dingin saat menunggu jadwal tanding.

Sementara itu, faktor teknis mencakup minimnya persiapan tim, di mana pemusatan latihan hanya berlangsung kurang dari satu bulan setelah kepulangan dari Pomnas. Kurangnya partner latihan untuk nomor Kumite juga menjadi kendala. “Kita bicara di Kumite butuh partner latihan. Sementara hanya Fachrul dan Dani. Mereka kurang partner latihan. Itu pun saya coba imbangi juga semampu saya,” ujarnya.

Faktor cedera yang dialami Fachrul, berupa patah jempol kiri, juga memaksa atlet tersebut bermain lebih taktis dan menghindari benturan.

Meskipun karate gagal mendulang medali, perolehan medali sementara kontingen PON Bela Diri II Sultra tercatat telah mengumpulkan 2 medali Perak dan 7 medali Perunggu. Dua medali Perak disumbangkan oleh cabang olahraga Taekwondo dan Shorinji Kempo. Sementara 7 medali Perunggu diraih dari Taekwondo (2), Pencak Silat (2), Sambo (2), dan Shorinji Kempo (1).

Peluang Sultra untuk menambah pundi-pundi medali masih terbuka lebar. Cabang olahraga Wushu yang mengawali pertandingan hari ini telah menunjukkan awal yang gemilang. Dua atlet andalan, Dede Yusuf Efendi dan Muh Irpan Syah, berhasil memenangkan pertandingan penyisihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!