KOLAKA, — PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) mempertegas komitmennya untuk tumbuh berdampingan dengan masyarakat Kabupaten Kolaka. Dalam kegiatan ramah tamah dan buka puasa bersama di Pendopo Rujab Bupati Kolaka, Minggu (8/3/2026), perusahaan memaparkan capaian signifikan dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) sebagai pilar pembangunan berkelanjutan di Bumi Mekongga.
Acara ini dihadiri oleh CEO IPIP Ning Jiancheng, Bupati Kolaka Amri, Ketua DPRD Kolaka I Ketut Arjana, serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan diawali dengan penyerahan simbolis 1.000 paket sembako bagi masyarakat prasejahtera.
CEO IPIP, Ning Jiancheng, mengungkapkan bahwa hingga saat ini ekosistem industri di kawasan IPIP telah memberikan dampak nyata bagi sektor ketenagakerjaan. Tercatat, lebih dari 6.300 tenaga kerja Indonesia terserap langsung di IPIP, sementara 4.700 lainnya terserap melalui mitra kontraktor.
“Kini lebih dari 11.000 tenaga kerja Indonesia telah memperoleh kesempatan kerja di kawasan IPIP. Kami juga berfokus pada pengembangan talenta lokal melalui pelatihan keterampilan yang telah menghasilkan 600 tenaga teknis profesional,” jelas Ning Jiancheng.
Selain SDM, IPIP juga memperkuat ekonomi daerah dengan menggandeng 46 perusahaan lokal dan 8 asosiasi pengusaha di Kolaka. Kemitraan strategis ini mencakup kolaborasi dengan BUMN seperti PT Antam, PLN, hingga Telkomsel guna memastikan dukungan teknologi dan energi yang efisien.
Dalam aspek lingkungan, IPIP konsisten menerapkan prinsip pembangunan hijau. Perusahaan telah melakukan penanaman 22.000 bibit mangrove dan aksi bersih pantai yang melibatkan 300 karyawan. Untuk mendukung manajemen limbah daerah, IPIP juga menghibahkan peralatan incinerator sampah kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka.
Bupati Kolaka, Amri, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi berkelanjutan tersebut. Ia menekankan bahwa keberadaan industri besar seperti IPIP harus menjadi motor penggerak kesejahteraan yang inklusif.
“Mari kita jadikan momentum Ramadan ini untuk menyamakan persepsi guna membangun Kabupaten Kolaka yang berkeadilan, maju, dan unggul,” tutur Amri.

Melalui integrasi program beasiswa bersama Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka serta dukungan fasilitas pendidikan di Balai Latihan Kerja (BLK), IPIP berupaya memastikan bahwa kemajuan industri berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal. (RED)


Tinggalkan Balasan