Jakarta – Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) terpantau jalan di tempat pada Minggu malam (1/2/2026). Hingga pukul 19.30 WIB, belum ada pergeseran nilai pada laman resmi Logam Mulia, di mana harga jual masih tertahan di level Rp 2.860.000 per gram.
Stagnansi ini terjadi setelah sebelumnya harga emas Antam sempat mengalami koreksi tajam sebesar Rp 260.000 dari posisi Rp 3.120.000 per gram. Tidak hanya harga jual, harga beli kembali atau buyback oleh Logam Mulia juga tidak mengalami pergerakan dan tetap berada di angka Rp 2.654.000 per gram.
Kondisi ini menciptakan selisih atau spread yang cukup tebal antara harga jual dan harga beli kembali, yakni mencapai Rp 206.000 per gram. Besarnya selisih tersebut menjadi poin penting yang perlu dicermati oleh para investor, karena jika emas yang baru dibeli langsung dijual kembali di hari yang sama, investor akan langsung menanggung selisih harga tersebut.
Melihat tebalnya selisih harga jual dan buyback, emas batangan dinilai hanya cocok untuk instrumen investasi jangka panjang. Harapannya, kenaikan harga emas dalam beberapa tahun ke depan mampu melampaui biaya selisih tersebut sehingga memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya.
Berdasarkan data historis, investasi emas memang baru terasa memuaskan jika disimpan dalam waktu lama. Sebagai contoh, investor yang membeli emas pada akhir Januari 2025 dengan harga Rp 1.620.000 per gram, kini sudah bisa menikmati potensi keuntungan hingga 63,83 persen. Sebaliknya, bagi mereka yang melakukan pembelian pada 24 Januari 2026 di harga Rp 2.887.000 per gram, saat ini posisinya masih mencatatkan kerugian sekitar 8,07 persen.
Ketelitian dalam menghitung potensi untung dan rugi berdasarkan dua macam harga emas ini sangat krusial agar tidak salah langkah dalam berinvestasi. Dengan harga yang tidak bergerak hari ini, investor memiliki waktu lebih untuk memantau pergerakan pasar global sebelum memutuskan untuk menambah atau melepas koleksi logam mulia mereka. (red)


Tinggalkan Balasan