Peristiwa

GEDUNG OJK SUMUT “NGEGAS”: Bangun Markas Rp 17 Miliar, Jaga Duit Rakyat Lebih Dekat!

11
×

GEDUNG OJK SUMUT “NGEGAS”: Bangun Markas Rp 17 Miliar, Jaga Duit Rakyat Lebih Dekat!

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara (tengah) didampingi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas

(MEDAN) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan komitmen seriusnya untuk ‘ngegas’ di Sumatera Utara. Jumat (7/11), OJK resmi memulai pembangunan Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara yang ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara.

Kantor baru ini dipastikan bukan sekadar penambahan infrastruktur biasa. Mirza menegaskan, pembangunan ini adalah wujud nyata penguatan peran OJK pasca terbitnya Undang-Undang P2SK, yang memperluas mandat OJK dalam pengembangan sektor keuangan.

“Pembangunan gedung ini bukan sekadar penambahan infrastruktur, tetapi juga meneguhkan komitmen OJK untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat,” kata Mirza dengan lugas. Ia menyebut kantor baru ini akan menjadi pusat koordinasi, ruang kolaborasi lintas lembaga, dan ujung tombak penguatan ekosistem jasa keuangan yang sehat.

Ke-7 di Indonesia, Usung Konsep Bangunan Hijau

 

Gedung Kantor OJK Sumut ini tercatat sebagai gedung ke-7 yang dibangun OJK, menyusul Solo, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Maluku, dan NTB. Yang menarik, kantor di Medan ini dirancang dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang kental.

Gedung ini akan menerapkan konsep bangunan hijau yang hemat energi dan ramah lingkungan. Selain untuk pengawasan, kantor representatif ini juga diharapkan menjadi pusat edukasi dan literasi keuangan yang mempercepat inklusi keuangan di salah satu provinsi dengan PDRB terbesar di luar Jawa tersebut.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyambut antusias langkah strategis ini. “Kehadiran Kantor OJK yang representatif di Provinsi Sumatera Utara tentu sangat dinantikan. Kami berharap kantor ini menjadi pusat koordinasi dan sinergi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar Rico.

Sumut Tancap Gas, Kredit Tembus Rp 312 Triliun

 

Keputusan OJK membangun markas baru di Medan memang beralasan kuat. Data per September 2025 menunjukkan Provinsi Sumatera Utara adalah kontributor terbesar PDRB di Pulau Sumatera (23,6%), dengan pertumbuhan ekonomi yang solid mencapai 4,55% pada triwulan III 2025.

Peran sektor keuangan di daerah ini pun terbukti vital. Total penyaluran kredit perbankan di Sumut sudah menyentuh angka Rp 312 triliun, melonjak 13,6% (yoy), dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga ketat di level 1,89%.

Kota Medan sendiri menyumbang hampir 50 persen dari total kredit perbankan Sumut (sekitar Rp 150 triliun), menegaskan posisi kota ini sebagai pusat ekonomi dan perdagangan utama di Indonesia bagian barat.

Mirza berharap sinergi OJK dan seluruh pemangku kepentingan, dari Pemkot hingga industri jasa keuangan, terus terjalin untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif, inovatif, dan produktif di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!