KONAWE, – Musibah tragis menimpa dua pemuda, Asep Junedi dan Nasir, di Desa Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Keduanya tewas tersambar petir saat tengah bermain sepak bola di lapangan desa, Senin (17/11) sekitar pukul 17.30 Wita, meski dalam kondisi hujan rintik.
Kapolsek Bondoala, Iptu Heder Payapo, membenarkan insiden nahas yang merenggut nyawa dua pemuda setempat tersebut. “Iya, kedua korban meninggal dunia,” ujar Iptu Heder saat dikonfirmasi oleh Kendariinfo, Senin (17/11).
Peristiwa mengerikan itu terjadi secara tiba-tiba. Sekelompok pemuda sedang asyik bermain bola di lapangan ketika petir tiba-tiba menyambar keras ke arah para pemain. Sambaran tersebut mengenai Asep Junedi dan Nasir hingga keduanya langsung terjatuh dan tak sadarkan diri.
Rekan-rekan korban yang panik segera mengevakuasi keduanya dan melarikannya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Kami larikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan medis,” tambah Heder Payapo.
Namun, upaya penyelamatan itu sia-sia. Setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan bahwa nyawa Asep dan Nasir tidak tertolong. Keduanya meninggal dunia akibat luka parah yang dialami usai tersambar petir.
Peristiwa ini sontak mengejutkan warga Morosi yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Terkait insiden ini, Iptu Heder Payapo mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama di lapangan terbuka, ketika langit mulai gelap atau terdengar suara guntur.










