Kendari – Kepemimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional Sulawesi Tenggara resmi berganti. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menunjuk Yusran Akbar sebagai ketua baru, menggantikan Abdurrahman Shaleh untuk periode selanjutnya.
Dilansir dari Tribunnews, kepastian tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Bidang Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPP PAN, Viva Yoga Mauladi. Ia menyebut, penunjukan Yusran sebagai ketua DPW PAN Sultra telah diputuskan dan tinggal menunggu penyerahan surat keputusan (SK) resmi.
“Benar, Yusran Akbar ditunjuk sebagai Ketua DPW, dan sekretarisnya Husmaluddin. SK sedang diproses dan segera diserahkan,” ujar Viva Yoga, Minggu (29/3/2026).
Dalam struktur baru tersebut, Yusran akan didampingi Husmaluddin sebagai Sekretaris DPW PAN Sultra. Duet ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal partai di Bumi Anoa.
Penunjukan ini merupakan hasil akhir dari proses panjang Musyawarah Wilayah (Muswil) PAN Sultra yang digelar di Kendari pada 10 Mei 2025. Dalam forum tersebut, sempat muncul 13 nama calon formatur sebelum akhirnya mengerucut menjadi lima figur utama.
Kelima nama tersebut yakni Yusran Akbar, Abdurrahman Shaleh, Farah Sandi, Ridwan Zakariah, dan Husmaluddin. Sesuai mekanisme partai, nama-nama tersebut kemudian diserahkan ke DPP untuk diputuskan secara final.
Ridwan Zakariah sebelumnya menjelaskan bahwa komposisi formatur tersebut mencerminkan keterwakilan daerah dan pusat.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan DPP PAN sebagai pemegang kewenangan tertinggi dalam penentuan kepemimpinan wilayah.

Dengan ditetapkannya ketua baru, kepengurusan DPW PAN Sultra periode 2020–2025 dinyatakan berakhir.
Mantan Wakil Ketua DPW PAN Sultra, Sukarman AK, menyebut status kepengurusan lama kini demisioner sambil menunggu pembentukan struktur baru oleh tim formatur.
“Fokus ke depan adalah konsolidasi kekuatan partai pasca-Muswil,” katanya.
Penunjukan Yusran Akbar dinilai sebagai langkah strategis DPP PAN untuk memperkuat basis elektoral, khususnya di wilayah daratan Sulawesi Tenggara.
Posisi Yusran sebagai kepala daerah aktif di Kabupaten Konawe menjadi modal penting dalam menggerakkan mesin partai hingga ke akar rumput.
Namun demikian, tantangan tidak ringan menanti kepengurusan baru. Duet Yusran dan Husmaluddin dihadapkan pada tugas menyatukan kembali berbagai faksi internal pasca-kontestasi Muswil, sekaligus mempersiapkan partai menghadapi agenda politik ke depan.
Perubahan kepemimpinan ini sekaligus menandai arah baru DPP PAN yang cenderung mendorong figur kepala daerah aktif untuk memimpin struktur wilayah, guna menjaga soliditas dan daya saing partai di tingkat lokal. (red)




Tinggalkan Balasan