Perdetiknews, – Seorang pejabat Arab Saudi mengungkapkan kekesalannya terhadap Amerika Serikat yang disebut mengalihkan sistem pertahanan udara di Timur Tengah untuk melindungi Israel.
Langkah tersebut dinilai membuat negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS semakin rentan terhadap serangan Iran.
“AS meninggalkan kami dan mengalihkan pertahanan udaranya untuk melindungi Israel. Mereka membiarkan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS menghadapi serangan Iran,” ujar seorang pejabat Saudi yang memilih anonim, seperti dikutip dari News 18, Selasa (4/3/2025).
Qatar dan Arab Saudi Mencegat Drone Iran
Di tengah memanasnya konflik, Qatar dan Arab Saudi pada Senin (2/3) menyatakan berhasil mencegat sejumlah drone Iran yang menargetkan pangkalan militer AS. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Kementerian Pertahanan Qatar, sebagaimana dikutip AFP, menyebut dua drone Iran menargetkan infrastruktur vital negara itu.
Satu drone diarahkan ke tangki air di pembangkit listrik Mesaieed di selatan Doha. Sementara drone lainnya menargetkan fasilitas energi di Ras Laffan di pesisir utara, yang merupakan pusat utama produksi gas alam cair Qatar.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim telah menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan markas komandan angkatan udara Israel.
“Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas komandan angkatan udara rezim itu telah menjadi sasaran,” demikian pernyataan Garda Revolusi yang dikutip kantor berita Fars.

Sebelumnya, AS meluncurkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari dengan nama sandi Operation Epic Fury.
Serangan tersebut menargetkan sejumlah fasilitas militer utama Iran, termasuk lokasi rudal, pangkalan angkatan laut, serta area di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. (red)


Tinggalkan Balasan