PERDETIKNEWS, KENDARI, — Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (purn) Andi Sumangerukka menegaskan komitmennya menekan harga pangan menjelang Lebaran dengan menggelar pasar murah dan menyalurkan bantuan sosial.
Dalam kunjungannya ke Gudang Bulog Punggoloba, Rabu (4/3/2026), ia bahkan menyatakan kesiapan menggunakan dana pribadi sebesar Rp150 juta untuk mensubsidi harga beras.
Pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok dimulai sejak pukul 08.30 Wita, diawali di Pasar Mandonga, dilanjutkan ke Gudang Bulog Punggolaka, PT Wings, hingga The Park Kendari.
Saat berdialog dengan jajaran Bulog, gubernur menyoroti harga beras yang berada di kisaran Rp62.000 per kemasan di pasaran.
Dalam program pasar murah, harga awal direncanakan Rp55.000, kemudian diberikan voucher Rp20.000 sehingga menjadi Rp35.000.
Namun, ia meminta harga tersebut kembali ditekan hingga Rp25.000 per kemasan.
Untuk merealisasikan harga tersebut pada distribusi awal sebanyak 5 ton beras, diperlukan subsidi Rp30.000 per kemasan atau sekitar Rp150 juta. Dana itu, menurut gubernur, akan ditanggung secara pribadi.
“Pastikan di lapangan masyarakat membayar Rp25.000. Jangan lebih. Saya akan cek,” ujarnya.

Pasar murah akan difokuskan di daerah dengan inflasi pangan tertinggi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), yakni Kolaka, Baubau, dan Konawe, serta Kendari.
Distribusi direncanakan masing-masing 1 ton untuk Kolaka, Baubau, dan Konawe, serta 2 ton untuk Kendari.
Langkah ini diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Selain pasar murah, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan alokasi Februari–Maret sebanyak 6.000 ton beras bagi 217.133 keluarga penerima manfaat di Sulawesi Tenggara.
Setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk dua kali penyaluran.
Gubernur menekankan pentingnya validasi data penerima secara by name by address agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih antara penerima bantuan sosial dan pembeli beras subsidi pasar murah.
“Kita ingin yang benar-benar membutuhkan yang merasakan manfaatnya,” kata dia.
Pemantauan langsung ke lapangan ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah serta memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran. (red)


Tinggalkan Balasan