KOLAKA – Tanah merah membentang luas, dihiasi kepulan debu yang menari-nari di bawah terik matahari Kolaka. Di sana, di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, sebuah pemandangan pilu terhampar.
Ekskavator raksasa tak henti menggerus Tanah Mekongga, memuat material ke dalam truk-truk besar. Bukan hanya tanah yang dikeruk, tetapi juga harapan dan hak-hak yang telah berurat akar di sanubari warga.
Ini adalah panggung dari sebuah sengketa, antara warga pemilik lahan dengan raksasa tambang PT. IPIP & Rimau, yang digerakkan oleh kontraktor pelaksana MPP.
Nassar, perwakilan masyarakat, berdiri di tengah lahan yang kini telah menjadi saksi bisu penggusuran. Suaranya bergetar, memohon kepada siapa saja yang masih memiliki nurani.
“Tolong, Pak Gubernur, yang bisa menyelamatkan masyarakat di sini. Hak kami dirampas, kami diintimidasi,” ucapnya pilu, seolah memuntahkan segala beban yang selama ini menghimpit.



Tinggalkan Balasan