KONAWE UTARA – Udara pagi yang sejuk di Kecamatan Andowia, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena terik matahari, melainkan pancaran senyum tulus dari puluhan siswa SD 7, SD 8 Andowia, dan SMP Satap Andowia.
Di tangan mereka, terlipat rapi seragam olahraga baru, lengkap dengan sepatu yang siap mengantar mereka melangkah lebih percaya diri di sekolah.
Senyum itu adalah buah dari kepedulian PT Sumber Bumi Putra (SBP), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan namun memilih untuk menanamkan investasinya di ladang yang jauh lebih berharga: pendidikan. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan ini menunjukkan komitmennya tak hanya mengeruk kekayaan alam, tetapi juga membangun sumber daya manusia di sekitarnya.
Penyerahan bantuan ini bukan sekadar seremoni. Di halaman sekolah, disaksikan para guru, orang tua, dan manajemen perusahaan, seragam itu berpindah tangan, menjadi simbol harapan dan semangat baru. Di bagian tengah foto, terlihat sekelompok anak-anak berbaris rapi.
Mayoritas dari mereka mengenakan seragam olahraga berwarna merah marun dengan bawahan coklat, beberapa juga memakai jilbab merah marun. Mereka terlihat ceria dan gembira.
Di antara anak-anak, ada beberapa orang dewasa, termasuk guru dan perwakilan perusahaan yang mengenakan kemeja oranye dan helm putih, mengisyaratkan identitas mereka sebagai staf lapangan.
Kelompok ini memegang sebuah spanduk putih bertuliskan “SBP PT. SUMBER BUMI PUTRA” di bagian atas, dengan logo perusahaan berwarna hijau dan biru. Di bawahnya, terdapat tulisan “PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT”.
Jumadil, Humas PT SBP, menegaskan bahwa bantuan ini adalah bagian dari janji perusahaan untuk terus hadir dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Melalui program PPM ini, kami ingin hadir memberikan dukungan nyata kepada siswa-siswi di Andowia,” ujar Jumadil. “Kami berharap seragam sekolah ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga memberi semangat baru bagi anak-anak untuk lebih giat belajar.”
Menurutnya, langkah kecil ini diharapkan bisa memberikan dampak besar di masa depan. Ia menampik anggapan bahwa perusahaan hanya fokus pada bisnis inti mereka. “Kami berkomitmen tidak hanya bergerak di bidang pertambangan, tetapi juga ikut membangun generasi muda melalui pendidikan,” imbuhnya.
Di balik selembar kain seragam, tersimpan makna yang dalam bagi para siswa. Kepala SMP Satap Andowia tak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya. Ia menyebut bantuan ini sangat berarti, terutama bagi murid-muridnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Siswa-siswi kami kini bisa bersekolah dengan lebih percaya diri menggunakan seragam baru,” ungkapnya. “Seragam ini bukan sekadar pakaian, tetapi simbol semangat baru untuk belajar.”
Ia berharap, kerja sama ini bisa terus berjalan demi pendidikan yang lebih baik. Dukungan dari dunia industri seperti ini, lanjutnya, adalah dorongan moral yang sangat besar bagi sekolah.
Senada dengan itu, Kepala SD 7 dan SD 8 Andowia juga menyampaikan apresiasi serupa. “Bantuan seragam sekolah ini sangat membantu anak-anak kami, sehingga mereka bisa lebih fokus belajar tanpa terbebani kebutuhan perlengkapan sekolah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran industri dalam menopang pendidikan dasar. “Dengan adanya perhatian dari perusahaan, kami yakin pendidikan di Andowia akan semakin maju,” harapnya.
Pihak perusahaan dan sekolah sepakat bahwa keberlanjutan adalah kunci. Jumadil menutup pembicaraan dengan harapan agar anak-anak Andowia bisa tumbuh menjadi generasi cerdas dan berkarakter, siap membangun daerahnya. “Dukungan kami akan terus berlanjut, sejalan dengan semangat membangun masyarakat,” pungkasnya.
Senyum itu, kini bertebaran di setiap sudut kelas dan lapangan sekolah, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara industri dan pendidikan mampu melahirkan harapan baru.(*)