Daerah

Buntut Kematian Ojol, Makassar Bergolak: Satpol PP Jadi Korban, Gedung DPRD Jadi Arang

88
×

Buntut Kematian Ojol, Makassar Bergolak: Satpol PP Jadi Korban, Gedung DPRD Jadi Arang

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Jumat malam, 29 Agustus 2025, menjadi saksi bisu horor yang tak terbayangkan di jantung Kota Makassar.

Di tengah kobaran api yang melahap Gedung DPRD Kota Makassar, sebuah pemandangan tragis terekam: sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) nekat melompat dari lantai empat, memilih risiko patah tulang daripada terpanggang di dalam gedung yang terkepung amuk massa.

Aksi putus asa itu memakan korban. Sedikitnya tiga anggota Satpol PP terluka parah, dengan satu di antaranya dalam kondisi kritis.

Sebuah video amatir yang beredar luas menunjukkan detik-detik mengerikan saat para abdi negara itu terkapar tak berdaya di aspal usai melompat. Sebagian dari mereka meringis kesakitan dengan dugaan patah tulang sebelum akhirnya dievakuasi dengan tergesa-gesa menggunakan mobil pikap ke rumah sakit terdekat.

Buntut Kematian Ojol, Amarah Massa Merembet ke Kantor Pemerintah

Kerusuhan ini adalah puncak kemarahan massa yang menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis polisi di Jakarta.

Aksi solidaritas yang dimulai dengan damai, mendadak berubah menjadi anarkis saat malam tiba. Massa melampiaskan amarah dengan membakar fasilitas vital pemerintah, mengubah kawasan strategis di Makassar menjadi medan perang.

Selain Gedung DPRD Kota Makassar, api juga menghanguskan:

  • Kantor DPRD Sulawesi Selatan
  • Dua pos polisi di lokasi berbeda
  • Kantor Kejaksaan Tinggi Sulselbar

Puluhan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat milik anggota dewan dan camat, hangus menjadi arang. Di tengah kobaran api dan teriakan massa, publik menyorot ketidakberadaan aparat kepolisian.

TNI Ambil Alih Keamanan, Polisi Tak Terlihat

Di saat situasi memanas, pihak keamanan justru tampak sepenuhnya diambil alih oleh personel gabungan TNI.

Lagi Viral, Baca Juga  Gubernur Sultra Apresiasi DSSP Power Kendari, Pertahankan PROPER Biru Empat Kali Beruntun

Kehadiran mereka terkonfirmasi melalui sebuah pesan singkat internal yang menyebutkan instruksi langsung dari Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin.

Instruksi tersebut memerintahkan seluruh jajaran untuk bersiaga, menyiapkan pasukan, dan mengamankan objek-objek vital negara.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membenarkan langkah tersebut. Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak Kodam Hasanuddin untuk mencegah kericuhan meluas. “Hari ini kita berkoordinasi dengan TNI agar pengamanan dilakukan secara berlapis supaya aksi tidak melebar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, Dahyal, mengonfirmasi insiden yang menimpa petugas Satpol PP.

“Belum terkonfirmasi apakah korban meninggal atau tidak. Sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Dahyal, yang juga mantan Sekretaris DPRD Makassar. Ia menambahkan, pihaknya terus memantau kondisi para korban. (Ref)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!