KENDARI – Perseteruan antara Erwin Masrin, yang merupakan personel Satpol PP Kota Kendari, dan mantan istrinya, Nining Astuti, kian memanas.
Melalui LBH PIDHUM Sultra, Nining Astuti secara tegas membantah seluruh pernyataan Erwin yang sebelumnya beredar di media.
Pihak Nining menuduh Erwin telah memutarbalikkan fakta yang sebenarnya, terutama terkait isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pemukulan anak, hingga dugaan pencurian.
Korban KDRT Selama 8 Tahun Pernikahan
Pihak Nining Astuti mengungkapkan bahwa pernikahan yang berlangsung dari tahun 2016 hingga cerai pada 10 Agustus 2023 itu, diwarnai dengan kekerasan fisik. “Klien kami sering mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh mantan suaminya (Erwin Masrin),” ujar Ketua LBH Laode Tuange.
Pernyataan ini kontras dengan narasi yang beredar, di mana pihak Erwin Masrin membantah adanya KDRT.



Tinggalkan Balasan