SURABAYA – Nasib hukum Direktur Utama PT Bone Sulawesi Prima, Igo Heryanto, bagai ironi. Setelah memenangkan sengketa perdata, ia kini justru terjerat kasus pidana penipuan dan penggelapan, bahkan disebut-sebut masuk daftar buron.

Persoalan ini mencuatkan kembali perdebatan tentang kriminalisasi sengketa bisnis yang meresahkan dunia usaha.

Kasus ini berawal dari kerja sama jual beli bijih nikel antara PT Bone Sulawesi Prima dengan PT Bima Sakti Mineral (PT BSM) yang dikelola oleh Direktur Keuangannya,

Aditia Sugiarto Prayitno. Aditia melaporkan Igo ke Polrestabes Surabaya, menuduh Igo tak kunjung mengirim bijih nikel meski PT BSM sudah membayar uang muka Rp 4,1 miliar. Laporan Aditia ini terdaftar dengan nomor polisi LP/B/222/III/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

Sebelum laporan pidana ini, PT BSM sebetulnya telah menggugat Igo di Pengadilan Negeri Surabaya atas tuduhan wanprestasi.