BUTON SELATAN, – Muhammad Adios, Bupati Buton Selatan (Busel), menyatakan rasa syukurnya dan optimisme yang tinggi atas rencana pembangunan Jembatan Buton-Muna. Proyek infrastruktur yang telah lama dinantikan ini akan dimulai pada tahun 2026, menyusul pengumuman dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Dody Hanggodo, pada Minggu, 13 Juli 2025.

Adios menyebut pembangunan jembatan ini sebagai “mimpi lama” yang akan menghubungkan dua pulau, dan dinilainya sebagai bukti nyata komitmen Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR). Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mensyukuri terwujudnya program strategis ini dan menghindari perpecahan.

“Silang sengketa jangan kita cari, kalau ketemu mari kita duduk bahas bersama untuk mencari solusinya,” ujar Adios, mengutip peribahasa yang menekankan pentingnya mencari solusi bersama saat menghadapi perbedaan.

Adios juga menegaskan bahwa komitmen Gubernur ASR mencakup seluruh wilayah Sultra, tidak hanya Buton. “Hari ini Gubernur ASR bukan memikirkan Buton saja, tapi secara keseluruhan memikirkan daratan dan kepulauan. Dia komitmen dengan dirinya dan komitmennya ke masyarakat Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

Dari sisi masyarakat, Adios menyampaikan aspirasi kuat agar proyek jembatan ini dapat terealisasi. “Kami masyarakat Buton dan Muna sangat menghendaki jembatan itu. Tolong Pak Endang jangan menyinggung jembatan itu. Kita tak melihat ASR-nya, tapi janji politiknya itu terbukti,” tegasnya, menyoroti bahwa pembuktian janji politik adalah prioritas bagi masyarakat.