KENDARI, PERDETIKNEWS, – Komitmen PT Adhi Kartiko Pratama (AKP) dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan jagung di wilayah binaannya semakin kuat.
Hal ini terbukti dengan kunjungan Manajer Admin PT AKP, Stenly Wagiu Sanggel, kepada Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Prof. Muhammad Taufik, di Kendari, Kamis (10/7).
Dalam pertemuan tersebut, PT AKP secara spesifik menyampaikan harapannya agar pemerintah provinsi dapat memberikan dukungan lebih intensif, terutama dalam bentuk pembinaan dan penyuluhan kepada desa-desa binaan PT AKP.
Fokus utama pembinaan ini adalah peningkatan produksi jagung, komoditas strategis yang menjadi bagian integral dari program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kunjungan kami ini adalah kelanjutan dari komitmen kami dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) di sektor pertanian. Kami melihat potensi besar pada desa-desa binaan kami, khususnya dalam budidaya jagung,” ujar Stenly Wagiu Sanggel usai pertemuan.
Ia menjelaskan, PT AKP telah aktif mendampingi petani di beberapa desa, termasuk Desa Tambakua di Kecamatan Landawe, Konawe Utara, yang telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi jagung.
Baru-baru ini, produksi jagung di Desa Tambakua mencapai lebih dari 200 ton dari lahan seluas 126 hektare. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif PT AKP dalam penyediaan bibit, pendampingan teknis, hingga akses pasar.
Stenly juga mengungkapkan bahwa program ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Konawe Utara.
Menurutnya, sinergi yang baik dengan pemerintah daerah setempat sangat memuluskan berbagai program pemberdayaan pertanian yang mereka jalankan, sehingga menekankan pentingnya kolaborasi multitingkat.
Namun, PT AKP tidak berhenti di situ. Stenly mengungkapkan, program penanaman jagung ini juga dirancang untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Terpadu Presiden Prabowo, khususnya dalam menyokong kebutuhan pasokan untuk program MBG.
Jagung yang dihasilkan akan menjadi salah satu bahan baku utama pakan ayam petelur dan ayam pedaging, yang nantinya dapat menyediakan sumber protein penting untuk program pangan nasional tersebut..
“Ini adalah Program CSR berkelanjutan PT AKP. Kami akan memberikan bantuan berupa mesin penggilingan jagung. Mesin ini nantinya akan memproduksi pakan ternak berkualitas untuk pengembangan peternakan ayam petelur dan ayam pedaging yang menjadi program mandiri warga Desa Tambakua,” jelas Stenly.
Sebuah langkah maju menciptakan ekonomi sirkular di level desa, di mana hasil pertanian diolah untuk mendukung sektor peternakan, menekan biaya, dan meningkatkan pendapatan ganda bagi masyarakat.
Lebih menarik lagi, PT AKP tidak ingin sendirian. Stenly juga menyatakan bahwa PT AKP akan mengajak serta beberapa pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) lainnya di Sulawesi Tenggara untuk turut berpartisipasi dalam program ketahanan pangan terpadu ini.
“Kami percaya, jika seluruh entitas bisnis di daerah ini bersinergi, kita bisa mencapai swasembada pangan yang lebih cepat dan kuat, sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo,” tandasnya, menyerukan kolaborasi lintas perusahaan.
Menanggapi rencana ini, Kepala Desa Tambakua, Juliadin, menyatakan apresiasi yang tinggi atas upaya kolaboratif PT AKP dan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra.
“Kami sangat berterima kasih atas rencana bimbingan dan penyuluhan kepada Kelompok Tani Desa Tambakua,” kata Juliadin saat dihubungi.
Juliadin mengungkapkan kegembiraan luar biasa atas hasil panen jagung di desanya bulan kemarin. “Alhamdulillah, hasil panen jagung di desa kami bulan kemarin mencapai omzet hingga Rp 1 miliar!” serunya.
Ia menambahkan bahwa kepastian pasar menjadi kunci utama keberhasilan ini. “Jagung kami langsung dibeli oleh Bulog dengan harga Rp5.500 per kilogram melalui BUMD (Badan Usaha Milik Desa) Desa Tambakua. Ini sangat membantu petani dan menjaga stabilitas harga,” terang Juliadin, bangga.
Ia mengakui, selama ini petani di desanya masih banyak yang mengandalkan konsep pertanian tradisional. “Hasil panen kami cenderung biasa-biasa saja. Biasanya, satu hektare lahan hanya menghasilkan sekitar 4 ton jagung,” ungkap Juliadin.
Dengan adanya bimbingan dan pelatihan yang terarah dari Dinas dan PT AKP, Juliadin berharap besar terjadi peningkatan drastis.

“Harapan kami, dengan adanya bimbingan dan pelatihan kepada petani, hasil panen yang biasanya 4 ton per hektarenya, nantinya bisa menghasilkan 6-7 ton per hektare,” tuturnya optimistis.
Peningkatan produktivitas ini tentu akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan kontribusi Tambakua terhadap produksi pangan daerah.
Prof. Muhammad Taufik, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra, menyambut baik inisiatif PT AKP.
“Kami sangat mengapresiasi langkah konkret PT AKP dalam mendukung pembangunan pertanian di Sulawesi Tenggara, khususnya melalui program CSR mereka. Ini adalah contoh kolaborasi yang ideal antara dunia usaha dan pemerintah,” tutur Prof. Taufik.
Ia menambahkan, Dinas siap untuk berkoordinasi dan menyusun program pembinaan serta penyuluhan yang relevan dengan kebutuhan petani binaan PT AKP.
“Program peningkatan produksi jagung sejalan dengan visi Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan juga program prioritas nasional Presiden Prabowo untuk mencapai swasembada pangan. Kami akan pastikan dukungan teknis dan sumber daya yang kami miliki bisa dimanfaatkan secara optimal,” tegas Prof. Taufik.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemitraan strategis antara PT AKP dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sinergi ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas jagung di daerah, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan mendukung upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional khususnya di Sulawesi Tenggara. (red)