KENDARI – Tabir gelap kasus pembunuhan sadis Dedi Wahyudin (54), sopir angkot Terminal Baruga, semakin tersingkap. Hasil rekonstruksi yang digelar Polresta Kendari pada Selasa (8/7) kemarin, bukan hanya mengungkap adanya persiapan senjata tajam oleh tersangka AA (57), tapi juga menepis spekulasi tentang kondisi mental pelaku. Hasil pemeriksaan medis menyatakan, kejiwaan AA normal!

Pengungkapan ini menjadi pukulan telak bagi pihak yang mungkin menduga pembunuhan ini akibat gangguan kejiwaan atau emosi sesaat. Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban II Intelijen Kejari Kendari, Muhammad Irham Royhan, memastikan kondisi psikologis tersangka AA dalam keadaan baik.

“Kondisi kejiwaan tersangka sudah diperiksa secara medis dan hasilnya menyatakan normal secara psikologis,” tegas Irham, memberikan penekanan bahwa tidak ada gangguan mental pada diri AA saat melakukan aksi keji tersebut.

Pernyataan ini krusial. Artinya, setiap adegan yang diperagakan tersangka dalam rekonstruksi – mulai dari adu mulut, kontak fisik, hingga penikaman membabi buta – dilakukan dalam keadaan sadar penuh. Ini sekaligus memperkuat dugaan penyidik bahwa pembunuhan Dedi Wahyudin bukanlah hasil dari ledakan emosi tak terkontrol, melainkan sudah masuk dalam kategori pembunuhan berencana.

“Ini penting agar publik tahu bahwa tersangka dalam kondisi sadar saat melakukan perbuatannya. Tidak ada gangguan mental,” imbuh Irham.