KENDARI, — Di balik citranya sebagai pengembang properti terkemuka di Kendari, Haluoleo Garden yang berlokasi di Jalan Ade Irma Nasution, Hombis, Kendari, menunjukkan komitmen tak terduga dalam memajukan dunia olahraga, khususnya tenis.
Kehadiran perusahaan ini sebagai sponsor utama Kejuaraan Tenis Lapangan Haluoleo Garden Cup, bukan sekadar dukungan sesaat, melainkan bagian dari visi jangka panjang membangun kualitas hidup masyarakat.
Ibnu, selaku pemilik Haluoleo Garden, menjelaskan bahwa keterlibatan mereka berakar pada keyakinan filosofis. “Sebagai perusahaan properti, memang sekilas tidak ada hubungan langsung antara bangunan dan lapangan tenis,” ujar dia membuka pembicaraan.
“Namun, kami di Haluoleo Garden sangat percaya bahwa pembangunan sebuah kota tidak hanya tentang membangun fisik semata, tetapi juga membangun kualitas hidup dan ekosistem masyarakatnya. Olahraga adalah salah satu pilar penting dalam hal tersebut.”
Ia menambahkan, kecintaan pribadi pada tenis memang ada. Namun, hal itu didorong oleh pandangan yang lebih luas. “Kami melihat tenis bukan hanya sebagai ajang prestasi, tapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, dan gaya hidup sehat,” lanjutnya.
“Ketika kami melihat animo dan potensi atlet di Kendari dan sekitarnya, kami merasa terpanggil untuk berkontribusi. Menjadi sponsor utama adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan wadah yang layak bagi talenta-talenta ini untuk berkembang. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kami untuk turut memajukan generasi muda dan kualitas hidup masyarakat Kendari.”
Komitmen Haluoleo Garden terhadap turnamen ini tidak berhenti pada satu edisi. Ibnu menegaskan ambisi menjadikan Haluoleo Garden Cup sebagai agenda rutin. “Tentu, kami berharap Haluoleo Garden Cup ini bukan hanya one-off event, melainkan agenda rutin yang terus menyemarakkan dunia tenis di Kendari,” tegasnya.
Visi jangka panjangnya pun cukup ambisius. “Visi kami adalah menjadikan turnamen ini sebagai barometer bagi prestasi tenis di Sulawesi Tenggara, bahkan diharapkan bisa menjadi salah satu event yang diakui secara nasional,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, evaluasi dan peningkatan kualitas akan terus dilakukan. “Kami akan terus mengevaluasi setiap edisi,” kata Ibnu.
“Kami ingin memastikan fasilitas, manajemen pertandingan, hingga pengalaman bagi para atlet dan penonton terus membaik. Kami juga terbuka untuk menambah kategori pertandingan, meningkatkan total hadiah, dan menghadirkan inovasi-inovasi lain yang dapat membuat turnamen ini semakin menarik dan kompetitif. Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem tenis yang lebih profesional dan menarik minat lebih banyak bibit muda.”
Potensi kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) juga menjadi sorotan. Ibnu sangat optimistis melihat peluang sinergi ini.
“Saya melihat potensi yang luar biasa besar dalam kolaborasi antara sektor swasta seperti Haluoleo Garden, pemerintah daerah, dan KONI. Masing-masing pihak memiliki kekuatan dan perannya sendiri,” jelasnya.
Ia merinci, pemerintah daerah memiliki kebijakan dan dukungan regulasi, KONI sebagai induk organisasi mengerti seluk-beluk pembinaan olahraga, sementara pihak swasta dapat menyediakan dukungan finansial dan sumber daya yang lebih fleksibel.
“Dengan bersinergi, kita bisa menciptakan program-program olahraga yang lebih terencana, terstruktur, dan berkelanjutan. Misalnya, kami bisa membantu dalam pengadaan fasilitas, KONI fokus pada pembinaan atlet, dan pemerintah daerah memfasilitasi izin serta promosi yang lebih luas. Kuncinya adalah komunikasi dan visi yang sama untuk memajukan olahraga di Kendari demi terwujudnya Kendari yang Maju, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” pungkasnya penuh keyakinan.









