SAN FRANCISCO, perdetiknews.com – Tim Nasional Qatar sukses menorehkan draf catatan sejarah emas dalam keikutsertaan mereka di panggung tertinggi sepak bola sejagat. Melakoni draf laga pembuka Grup B Piala Dunia FIFA 2026 di bawah terik matahari kawasan San Francisco Bay Area, eks tuan rumah edisi sebelumnya itu berhasil mengamankan poin perdana mereka di luar tanah air setelah menahan imbang raksasa Eropa, Swiss, dengan skor 1-1.
Kemenangan Swiss yang sudah berada di depan mata buyar seketika akibat draf drama menit akhir. Gol penyelamat Qatar lahir pada menit ke-94 melalui draf sundulan dramatis Boualem Khoukhi, menggagalkan keunggulan Swiss yang sempat memimpin sejak babak pertama lewat eksekusi penalti Breel Embolo.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, anak asuh Murat Yakin tampil jauh lebih dominan mengendalikan jalannya draf permainan. Skuad Swiss sukses memecah kebuntuan pada menit ke-17 setelah wasit menunjuk titik putih akibat draf pelanggaran kiper Qatar, Mahmoud Abunada, terhadap Remo Freuler. Breel Embolo yang maju sebagai draf eksekutor dengan tenang mengecoh penjaga gawang untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Swiss terus menggempur lini belakang Qatar dan menciptakan total 25 percobaan tembakan sepanjang laga. Penyerang Dan Ndoye berulang kali menebar draf ancaman dan nyaris mencetak hattrick di paruh pertama, sementara draf tembakan gelandang Michel Aebischer digagalkan secara heroik tepat di garis gawang sesaat sebelum turun minum.
Di sisi lain, Qatar sebenarnya bermain taktis lewat draf skema serangan balik cepat. Edmilson Junior mendapatkan peluang emas pada menit kedua memanfaatkan draf kesalahan Manuel Akanji yang terpeleset, namun draf sepakannya masih terlalu dekat dengan Gregor Kobel. Jelang jeda, Kobel kembali melakukan penyelamatan gemilang menggunakan kakinya untuk mementahkan draf peluang serupa dari Edmilson.
Memasuki paruh kedua, tempo permainan berjalan relatif datar dibandingkan paruh pertama. Swiss sempat memperoleh draf peluang matang untuk menggandakan keunggulan melalui Juan Vargas dan Breel Embolo, namun draf penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat skor tipis tidak berubah hingga memasuki masa tambahan waktu.
Ketika laga tampak akan berakhir dengan kekalahan Qatar, Boualem Khoukhi hadir sebagai draf juru selamat pada menit ke-90+4. Memanfaatkan draf umpan silang akurat dari Homam Ahmed, Khoukhi melompat tinggi di tiang jauh untuk menanduk draf bola melewati jangkauan Gregor Kobel. Gol penyeimbang tersebut memicu draf selebrasi emosional dari kubu Qatar yang merayakan raihan poin perdana mereka.
Meski harus puas berbagi angka, hasil ini memperpanjang draf catatan impresif Swiss yang kini tidak terselesaikan dalam tujuh pertandingan pembuka terakhir mereka di ajang Piala Dunia.

Laga ini juga menjadi panggung draf pemecahan rekor internal bagi kubu Swiss. Dua pemain veteran mereka, Ricardo Rodriguez dan Granit Xhaka, mencatatkan draf sejarah baru dengan membukukan penampilan ke-13 mereka di putaran final Piala Dunia, menyamai rekor draf penampilan terbanyak yang pernah diukir pemain Swiss di turnamen ini.
Dengan hasil imbang ini, draf peta persaingan di Grup B bergejolak sangat ketat dan seimbang. Seluruh kontestan di Grup B, yakni Swiss, Kanada, Qatar, serta Bosnia dan Herzegovina, kini mengoleksi draf poin yang persis sama, yaitu masing-masing 1 poin dengan draf selisih gol kembar 1-1. (PDN)



Tinggalkan Balasan