Kolaka – Bupati Kolaka H. Amri blak-blakan soal tantangan ketenagakerjaan di wilayahnya. Meski sektor pertambangan menjadi tulang punggung ekonomi, Amri mencatat masih ada ribuan warga lokal yang belum terserap lapangan kerja, khususnya di perusahaan raksasa seperti PT IPIP dan mitranya.
Hal itu diungkapkan Amri dalam acara Halal Bihalal dan silaturahmi bersama ormas serta PT IPIP di Kolaka, Rabu (25/3/2026). Amri menegaskan sinergi dunia usaha dan pemerintah harus berdampak nyata pada isi dompet masyarakat lokal.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kolaka yang dipaparkan Bupati, potret ketenagakerjaan di Kolaka menunjukkan angka yang kontras:
Tahun 2025: Dari 9.123 pencari kerja, baru 4.807 orang terserap (3.651 di antaranya di PT IPIP & mitra). Sisanya, 4.316 orang masih menganggur.
Awal 2026 (Hingga Februari): Ada 1.087 pencari kerja baru, 695 sudah terserap (629 di PT IPIP), namun 392 orang lainnya masih menunggu nasib.
“Secara keseluruhan, ada 4.708 tenaga kerja lokal yang belum terserap dalam kurun waktu 2025 hingga awal 2026. Saya mendorong PT IPIP dan mitranya beri prioritas lebih besar kepada putra-putri daerah,” tegas Amri.
Amri mengingatkan bahwa keberadaan tambang tidak hanya dimentereng secara ekonomi makro, tapi harus menyentuh kesejahteraan langsung. Ia meminta perusahaan fokus pada program vokasi dan pendidikan.
“Keberadaan perusahaan tambang harus mampu memberikan dampak nyata. Tingkatkan kualitas SDM melalui pelatihan agar warga sekitar bukan hanya jadi penonton,” tambahnya.
Menutup Perayaannya di momen lebaran ini, Bupati Amri mengajak semua pihak menyelesaikan permasalahan melalui musyawarah yang bijaksana.
“Atas nama Pemkab Kolaka, saya bersama Wakil Bupati mengucapkan Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya. (red)





Tinggalkan Balasan