Di kota Kendari, denyut pembangunan terasa bergerak pelan namun pasti. Jalan-jalan mulai ramai, aktivitas ekonomi menggeliat, dan harapan masyarakat kembali disusun sedikit demi sedikit seiring setahun kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua di Sulawesi Tenggara.

Satu tahun bukan waktu panjang bagi sebuah pemerintahan. Namun dalam politik pembangunan, tahun pertama selalu menjadi panggung penting tempat arah ditentukan, fondasi dibangun, dan kepercayaan publik diuji.

Di Sulawesi Tenggara, tahun pertama duet ASR–Hugua menjadi fase awal pembentukan wajah pembangunan baru.memperkuat ekonomi daerah, memperbaiki tata kelola, dan mencoba menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Ketika keduanya dilantik pada Februari 2025, tantangan yang menanti tidak sederhana. Ruang fiskal terbatas, ketimpangan wilayah masih terasa, dan struktur ekonomi daerah membutuhkan dorongan baru.

Namun pemerintahan baru bergerak cepat. Program prioritas segera diselaraskan dengan dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah daerah.