Kendari – Masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra) sepertinya harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur. Pasalnya, harga sejumlah bahan pokok, terutama beras, terpantau meroket tajam pada minggu kedua Februari 2026.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra yang dihimpun dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag RI periode 9-13 Februari 2026, Kabupaten Buton Utara menjadi wilayah dengan harga beras paling “pedas”.
Di wilayah tersebut, harga beras premium tercatat menyentuh angka Rp 16.946 per kilogram . Tak hanya itu, beras medium di Buton Utara juga menjadi yang tertinggi se-Sultra dengan harga Rp 14.853 per kg .
“Kondisi ini mencerminkan bahwa beras merupakan komoditas yang sangat dipengaruhi oleh kualitas produk, pola konsumsi, serta struktur distribusi di masing-masing daerah,” tulis laporan resmi Disperindag Sultra yang diterima, Sabtu (21/2/2026).
Meroketnya harga beras ini bukan tanpa alasan. Disperindag Sultra memetakan tiga faktor utama penyebab kenaikan harga. Pertama, sebagian besar wilayah persawahan belum memasuki puncak masa panen raya, sehingga pasokan gabah di tingkat penggilingan masih sangat terbatas.
Kedua, faktor cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi di beberapa wilayah sentra produksi mengganggu proses pengeringan gabah. Hal ini berdampak langsung pada berkurangnya volume distribusi ke pasar-pasar. Ketiga, adanya tren peningkatan permintaan masyarakat di tengah pasokan yang belum stabil.
Selain beras, komoditas yang harganya bikin “geleng-geleng kepala” adalah cabai. Di Kabupaten Wakatobi, harga cabai merah besar dilaporkan menembus Rp 74.000 per kg . Sementara cabai rawit merah di Kabupaten Buton dibanderol dengan harga Rp 64.000 per kg .
Lonjakan harga juga terjadi pada sektor protein hewani dan bumbu dapur lainnya:

Bawang Merah: Tertinggi di Kota Kendari ( Rp 52.500/kg ) akibat gangguan panen di daerah sentra seperti Bima dan Sengkang.
Daging Ayam Ras: Tertinggi di Buton Utara ( Rp 48.847/kg ).
Ikan Tongkol/Tuna: Tertinggi di Buton Utara ( Rp 43.000/kg ) imbas cuaca ekstrem yang membuat nelayan sulit melaut.
MinyakKita: Tertinggi di Konawe Kepulauan ( Rp 19.446/liter ).
Konawe Selatan Termurah Di sisi lain, bagi warga Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mungkin bisa sedikit bernapas lega. Wilayah ini tercatat memiliki harga beras terendah di Sultra, yakni Rp 12.700 per kg untuk beras medium dan Rp 13.800 per kg untuk beras premium.
Pemerintah melalui instansi terkait terus menjaga pergerakan harga ini guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap terjaga di tengah tantangan cuaca dan kendala distribusi antar pulau. (PerdetikNews)


Tinggalkan Balasan