Kendari – Ketua Kadin Sulawesi Tenggara (Sultra) Anton Timbang menyatakan, Kadin Sultra akan kembali menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) mulai 14 Februari mendatang.

Kegiatan ini digelar untuk menekan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan sekaligus membantu masyarakat menghadapi tingginya inflasi di beberapa kabupaten, terutama di Kolaka.

“GPM akan start di Kendari, lalu kita akan menggempur Kolaka, Baubau, dan Wakatobi. Fokus kita di Kolaka karena inflasi di sana tertinggi, mencapai 6,75 persen dengan IHK 112,65,” ujar Anton usai melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (purn) Andi Sumangerukka di kantor Gubernur, Senin (10/02/2026).

Menurut Anton, GPM tidak hanya sebagai sarana menstabilkan harga, tetapi juga menjadi wahana pemberdayaan UMKM.

Kadin Sultra telah membina ribuan UMKM di seluruh Sultra, dengan 3.000 UMKM bahkan sudah mendapatkan status PT Perorangan, sehingga bisa ikut aktif dalam kegiatan GPM.

“Ribuan UMKM binaan Kadin siap terlibat, menjual produk mereka di GPM. Ini membantu masyarakat mendapat kebutuhan pokok lebih murah sekaligus mendorong UMKM berkembang,” terang Anton.

Selain itu, Anton menegaskan, Kadin Sultra berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk mengendalikan inflasi.

Sinergi ini mencakup koordinasi harga, ketersediaan stok, serta pemetaan wilayah yang membutuhkan intervensi pasar murah.

“Kadin Sultra siap membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi, terutama menjelang Ramadhan. Kita bisa berkolaborasi untuk memastikan harga pangan terjangkau, UMKM tumbuh, dan masyarakat terbantu,” tambah Anton.

Tak hanya itu, Anton menegaskan bahwa Kadin Sultra siap mendukung seluruh program unggulan Gubernur Sultra yang berfokus pada penguatan ekonomi, pemberdayaan UMKM, dan ketahanan pangan di provinsi ini.

Sinergi ini mencakup dukungan pada program pemerintah dalam pemetaan lahan pertanian produktif, hilirisasi sumber daya lokal, serta penyediaan infrastruktur bagi pengembangan UMKM.

“Kita mendukung program Pak Gubernur yang mendorong ekonomi daerah lebih mandiri dan kompetitif. GPM ini salah satunya sebagai bentuk nyata kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah,” jelas Anton.

Kadin Sultra menargetkan GPM bisa menjangkau daerah dengan inflasi tinggi, khususnya Kolaka, serta wilayah lain seperti Baubau dan Wakatobi.

Program ini juga menjadi uji coba distribusi dan kerjasama UMKM dalam skala provinsi, agar potensi lokal lebih maksimal dan stabilitas harga tetap terjaga.

GPM Sultra sendiri akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, telur, hingga sayuran segar, dengan harga lebih terjangkau dibandingkan pasar umum.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat dan sekaligus menghidupkan ekonomi lokal melalui UMKM binaan Kadin Sultra. (red)

25 / 100 Skor SEO