Morowali – Pergeseran tanah melanda Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Hingga Jumat (30/1/2026), kondisi tanah di lokasi kejadian dilaporkan masih terus bergerak, sehingga ratusan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 288 jiwa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Selain permukiman warga, pergeseran tanah juga berdampak pada 94 unit kamar kos dan satu bangunan masjid di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut pertama kali dirasakan warga pada Rabu (28/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.
Getaran kembali terasa pada Kamis dan disertai retakan serta pergeseran tanah yang semakin jelas. Laporan resmi kejadian diterima BPBD pada Kamis (29/1/2026) pukul 17.48 WITA.
BPBD menyebutkan, pergeseran tanah diduga kuat dipicu oleh getaran aktivitas alat berat, berupa lima unit excavator yang tengah melakukan proses pemuatan material di area pertambangan yang berdekatan dengan permukiman warga.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir Asbudianto ST MSi, mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah penanganan darurat setelah menerima laporan.
“Kami telah melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Morowali untuk penanganan di lapangan,” kata Asbudianto dalam laporan tertulis Pusdalops BPBD Sulteng.

Tim gabungan dari BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD Kabupaten Morowali, TRC, serta Pusdalops terus melakukan pemantauan intensif mengingat kondisi tanah masih bergerak secara perlahan dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.
Selain melakukan pemantauan, petugas juga membantu warga mengevakuasi barang-barang penting. PMI IMIP dilaporkan telah mendirikan pos pengungsian guna memenuhi kebutuhan sementara warga terdampak.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian saat ini meliputi hunian sementara serta bantuan logistik bagi para pengungsi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi area rawan pergeseran tanah hingga kondisi dinyatakan aman oleh petugas berwenang. (red)


Tinggalkan Balasan