KOLAKA – Pasca bentrokan antara tenaga kerja asing (TKA) dan tenaga kerja lokal di kawasan PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, pada Rabu (28/1/2026), mencuat dugaan pernyataan bernada provokatif dan menghina suku Tolaki yang dilakukan oleh salah satu oknum security perusahaan tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan pernyataan tidak pantas itu disampaikan melalui sebuah grup WhatsApp internal dan kemudian beredar luas hingga memicu reaksi publik.
Pernyataan tersebut dinilai berpotensi memperkeruh situasi pasca-kericuhan yang sebelumnya telah menimbulkan ketegangan antara pekerja lokal dan TKA.
Sejumlah pihak menilai, ujaran bernada penghinaan terhadap suku tertentu sangat sensitif dan dapat memicu konflik sosial jika tidak segera ditangani secara bijak.
Menanggapi hal tersebut, oknum security PT IPIP yang bersangkutan disebut telah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya.
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah adanya sorotan dari masyarakat dan berbagai pihak yang mengecam dugaan ujaran bernuansa SARA tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT IPIP terkait langkah internal yang diambil menyikapi dugaan pelanggaran etika oleh oknum security tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga tutur kata, terutama di ruang digital, serta menghormati nilai budaya dan kearifan lokal.

Aparat dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah munculnya narasi provokatif yang berpotensi memecah persatuan masyarakat. (red)


Tinggalkan Balasan