Kendari, – Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkenalkan Mobil Dapur Lapangan (Randurlap) sebagai salah satu alutsista pendukung yang disiagakan dalam menghadapi bencana alam maupun operasi kemanusiaan.
Kendaraan ini dirancang tetap beroperasi optimal meski berada di lokasi terisolasi tanpa aliran listrik.

Randurlap tersebut ditampilkan saat pengecekan Alat Material Khusus (Almatsus) yang dilaksanakan secara serentak oleh satker jajaran Polda Sultra dan Polres se-Sultra, di Lapangan Mapolda Sultra, Rabu (28/1/2026).
Mobil dapur lapangan ini dirakit menggunakan sasis Hino Dutro 4×4 dan merupakan versi terbaru produksi 2025. Keunggulan utamanya terletak pada sistem kelistrikan mandiri yang memanfaatkan tenaga surya (solar panel).
“Mobil ini menggunakan baterai dari tenaga surya, jadi meskipun tidak ada listrik sama sekali di lokasi bencana, unit tetap bisa beroperasi,” ujar Bripda Suhardiman, Bamin Logistik Sat Brimob Polda Sultra, saat diwawancarai di sela kegiatan pengecekan Almatsus.
Selain tenaga surya, pengisian daya baterai Randurlap juga dapat dilakukan melalui aliran PLN maupun genset, sehingga fleksibel digunakan dalam berbagai kondisi medan.
Mampu Produksi Hingga 400 Porsi
Tak hanya unggul dari sisi teknologi, Randurlap Brimob Sultra juga memiliki kapasitas memasak besar.


Dalam satu kali proses memasak selama sekitar 45 menit, mobil ini mampu menyajikan hingga 80 porsi makanan.
“Kalau maksimal, Randurlap ini bisa melayani kebutuhan 300 sampai 400 porsi makanan, baik untuk personel maupun masyarakat terdampak bencana,” jelas Suhardiman.
Menu makanan yang disiapkan pun fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Mulai dari menu umum hingga makanan khas daerah.
“Bisa nasi goreng, nasi kuning, bahkan menu lokal seperti sinonggi atau kapurung. Tergantung kebutuhan dan kondisi di lapangan,” tambahnya.
Higienis dan Diawaki Personel Terlatih
Meski beroperasi di lapangan terbuka dan medan berat, aspek kebersihan menjadi perhatian utama.
Seluruh peralatan masak di dalam Randurlap telah memenuhi standar nasional, dengan penerapan SOP ketat mulai dari pemilihan bahan hingga proses penyajian.
Randurlap ini diawaki oleh tim khusus yang terdiri dari pengemudi, operator, hingga personel yang telah mendapatkan pelatihan memasak.
Operasional kendaraan dapur lapangan ini turut didukung personel Batalyon A Pelopor, salah satunya Bripda Farid Ananta Maulana Najib, yang terlibat langsung dalam pengoperasian Randurlap di lapangan.
Saat ini, Sat Brimob Polda Sultra baru memiliki satu unit Randurlap tipe sedang dengan berat muatan mencapai sekitar 8 ton.
Kendaraan ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendukung pelayanan kemanusiaan, khususnya saat terjadi bencana alam maupun operasi kepolisian di wilayah Sulawesi Tenggara. (red)


Tinggalkan Balasan