Kendari – Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam.
Salah satu alutsista yang disiagakan adalah unit Mobile Water Treatment, kendaraan taktis pengolah air yang mampu mengubah air baku ekstrem, termasuk air laut, menjadi air layak konsumsi.
Hal tersebut disampaikan Personel Seksi Logistik Brimob Sultra, Bripka Awaluddin, di sela kegiatan pengecekan alat material khusus (Almatsus) yang dilaksanakan secara serentak oleh satker jajaran Polda Sultra dan Polres se-Sultra, yang digelar di Lapangan Mapolda Sultra, Rabu (28/1/2026).
“Kegunaannya memang fokus untuk penanggulangan bencana alam. Jika sedang tidak ada penugasan, unit ini kami gunakan untuk latihan rutin di lapangan bersama dapur lapangan,” ujar Bripka Awaluddin.
Teknologi yang terpasang pada unit Mobile Water Treatment ini tergolong canggih. Awaluddin menjelaskan, kendaraan tersebut memiliki tiga tahapan proses filtrasi sehingga mampu mengolah berbagai jenis air baku.
“Air baku dari kali, sumur bor, atau air yang keruh, kuning, dan berbau bisa diolah. Ada tiga tahap, dari air baku menjadi air bersih, lalu diproses lagi hingga siap minum dengan sistem RO (Reverse Osmosis),” jelasnya.
Berdasarkan spesifikasi unit, Mobile Water Treatment ini bertipe DP-M-5000 Deluxe produksi PT Dipori Persada Raya. Kendaraan kategori medium truck tersebut memiliki kapasitas produksi air minum 2.000 hingga 2.500 liter per jam, serta air bersih hingga 5.000 liter per jam.
Khusus untuk pengolahan air laut, proses filtrasi memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk menurunkan kadar garam hingga air dapat digunakan untuk mandi dan mencuci.

Selanjutnya, air tersebut diproses kembali hingga benar-benar aman untuk dikonsumsi langsung.
Produk Dalam Negeri, Teruji di Medan Bencana
Unit Mobile Water Treatment yang digunakan Brimob Sultra merupakan produk dalam negeri.
Saat ini, Brimob Sultra menyiagakan total empat unit kendaraan, terdiri dari dua unit pengolah air tawar dan dua unit pengolah air laut untuk mendukung operasi kemanusiaan dan kebencanaan.
Keandalan alat ini telah teruji di medan bencana. Awaluddin menyebut unit tersebut pernah diterjunkan langsung saat penanganan bencana banjir bandang di Masamba, Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, waktu bencana di Masamba kami turun hampir dua bulan untuk membantu suplai air bersih bagi warga terdampak,” pungkasnya. (red)


Tinggalkan Balasan