Kolaka — Tangan dingin Bupati Kolaka, H. Amri, S.STP., M.Si., dalam mengelola birokrasi mulai menghasilkan hasil nyata. Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka resmi dinobatkan sebagai daerah dengan kinerja terbaik dalam penyaluran dan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik se-Provinsi Sulawesi Tenggara untuk Tahun Anggaran 2025.
Penghargaan bergengsi berupa Sertifikat Terbaik Pertama ini diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra di ruang kerja Bupati, Senin (26/1/2026).
Prestasi ini menjadi bukti bahwa gaya kepemimpinan Amri yang menekankan pada validitas data dan kecepatan eksekusi bukan sekadar jargon. DJPb Sultra mencatat Kolaka mampu mengungkuli daerah lain dalam hal ketepatan waktu dan kualitas pelaporan keuangan.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kolaka. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang transparan,” ungkap Amri dengan nada rendah hati.
Dalam audiensi tersebut, terungkap bahwa Amri tidak ingin terlena. Ia langsung tancap gas membahas strategi pengelolaan keuangan untuk tahun 2026. Fokusnya jelas: percepatan penyaluran Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Beberapa poin strategi yang menjadi kunci keberhasilan Amri antara lain:
Optimalisasi DAK Fisik: merombak proyek infrastruktur berjalan sesuai jadwal (on-track).
Manajemen Risiko: identifikasi dini hambatan penyaluran dana agar tidak terjadi cakupan anggaran di akhir tahun.
Sinergi Kelembagaan: Membuka komunikasi dua arah yang intens dengan Kanwil DJPb.
Bagi Amri, penghargaan ini adalah beban moral untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang ditransfer dari pusat harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Kolaka, mulai dari pendidikan hingga kesehatan.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Kanwil DJPb. Tujuannya satu, mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati yang dikenal disiplin ini.

Dengan pencapaian ini, Kolaka kini memantapkan posisinya sebagai “pelopor” tata kelola keuangan yang sehat di Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi tantangan bagi daerah lain untuk mencapai standar kualitas yang telah ditetapkan oleh Bumi Mekongga. (red)


Tinggalkan Balasan