Kendari – Misteri membengkaknya belanja pegawai Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga tembus Rp 1,7 Triliun mulai terkuak.
Selain faktor rekor kuota penerimaan ASN tertinggi sepanjang sejarah “Bumi Anoa”, ditemukan adanya ribuan pendaftar Non-ASN jalur Dapodik yang selama ini tidak masuk radar database daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun Perdetiknews.com, lonjakan beban anggaran ini tak lepas dari langkah Pj Gubernur Sultra era Andap Budhi Revianto yang menggolkan 7.497 kuota ASN pada 2024.
Baca Juga:
Angka ini merupakan yang tertinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pada 2021 Sultra hanya mendapat 1.150 kuota.



Tinggalkan Balasan