JAKARTA, Perdetiknews.com — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mengungkapkan potensi besar sektor kelautan di wilayahnya, khususnya di Kabupaten Wakatobi. Produksi perikanan di wilayah tersebut dilaporkan mampu menembus angka 1.177.857 ton per tahun.

Komoditas utama yang dihasilkan dari perairan Wakatobi meliputi ikan tuna, cakalang, dan tongkol (TCT). Hal ini disampaikan Gubernur saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan, di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

“Potensi sektor kelautan dan perikanan Sultra sangat besar. Industri perikanan di Wakatobi saja mampu menghasilkan 1,1 juta ton lebih ikan tuna, cakalang, dan tongkol per tahunnya,” ujar Andi Sumangerukka.

Melihat angka produksi yang fantastis tersebut, Gubernur meminta dukungan penuh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk optimalisasi hilirisasi dan sarana prasarana pendukung.

Dukungan pusat yang diukur krusial agar hasil laut yang melimpah ini dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat lokal, bukan sekadar angka produksi mentah.

“Kami berharap KKP memberikan dukungan yang lebih luas agar potensi kemaritiman Sultra dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” tambahnya.

Selain Wakatobi, Gubernur juga menonjolkan potensi industri garam di Desa Wumbulasa, Kabupaten Bombana, sebagai bagian dari peta jalan ketahanan pangan berbasis maritim di Sultra.

Wakil Menteri KKP, Didit Herdiawan, menyambut positif pemaparan tersebut. Ia menyatakan bahwa pengembangan kawasan pesisir di Sultra, termasuk penguatan Koperasi Desa Merah Putih dan pembangunan tambak garam, merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi pemerintah pusat.

Pemerintah melalui KKP berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur pendukung di daerah-daerah penghasil ikan terbesar guna mendukung program ketahanan pangan nasional. (red)

56 / 100 Skor SEO