KENDARI, PERDETIKNEWS, — Upaya Sulawesi Tenggara untuk memperkokoh kedaulatan pangan dan ketangguhan infrastruktur wilayah memasuki babak baru.
Di bawah arahan strategi Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Sultra, Dr. Ir. H. Pahri Yamsul, M.Si serta sejalan dengan visi Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, modernisasi sistem pengairan kini menjadi prioritas yang secara presisi eksekusi.
Dibidang Irigasi, salah satu motor penggerak transformasi ini adalah Dr. Ir. H. Syukriyanto ST, M.Si, IPM., ASEAN.Eng Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA).
Ia memadukan pendekatan teknokratis dengan inovasi digital melalui aplikasi “Digipeta Sijari” (Digital Peta Sistem Jaringan Irigasi).
Langkah ini bukan sekadar digitalisasi administratif, melainkan upaya untuk memastikan kinerja penyelenggara Operasi dan Pemeliharaan jaringan Irigasi lebih optimal, akuntabel dalam penyelenggaraan, papper Less, data jaringan terintegrasi dan Realtime serta terwujudnya digitalisasi peta sistem jaringan irigasi secara utuh dimulai dari jaringan utama hingga jaringan tersier.
Hal ini, pada akhirnya setiap tetes air mengalir demi produktivitas rakyat sesuai mandat kepemimpinan daerah dapat benar-benar terwujud dan dinikmati masyarakat pengguna air.
Sepanjang tahun 2025, ditengah situasi fiskal yang terbatas, Bidang PJPA menunjukkan komitmen nyata dalam menuntaskan penugasan fisik. Berdasarkan data teknis dinas, seluruh strategi paket pengadaan telah diselesaikan dengan pencapaian fisik 100 persen.
Hal ini mencakup pemberdayaan ketahanan pesisir hingga rehabilitasi urat nadi irigasi di lumbung pangan Sultra.

Di Kabupaten Buton Selatan, pembangunan pengaman pantai dan tanggul di Desa Wawoangi sepanjang 302,20 meter selesai pada Desember 2025.
Pekerjaan ini diperkuat dengan lanjutan pembangunan talud di Desa Karae sepanjang 70,30 meter.
Sementara itu, pengendalian daya rusak udara juga dilakukan melalui normalisasi tebing Sungai Lambangi di Kabupaten Buton.
“Infrastruktur yang tangguh adalah fondasi kesejahteraan. Arahan Gubernur yang disampaikan ke Kepala Dinas sangat jelas, yakni memastikan setiap proyek berdampak langsung pada keamanan dan ekonomi warga,” ujar Syukriyanto.
Rehabilitasi Jaringan Irigasi menjadi sorotan utama dalam mendukung swasembada pangan. Dua wilayah kunci, yakni Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka, mendapatkan penanganan intensif pada jaringan irigasinya.
- DI Asolu (Konawe): Rehabilitasi jaringan sepanjang 306,53 meter selesai pada 12 November 2025.
- DI Tamboli (Kolaka): Perbaikan sepanjang 250,67 meter tuntas pada waktu yang
Tidak hanya itu, mitigasi bencana di jalur logistik juga menjadi perhatian.
Penanganan longsoran jalan di batas Kabupaten Konawe – Belalo (Segmen I dan II) sepanjang 0,8 kilometer berhasil dirampungkan untuk menjaga kelancaran distribusi antarwilayah.
Tabel: Capaian Infrastruktur PJPA Dinas SDA & Bina Marga Sultra 2025
| Paket Pekerjaan | Lokasi | Volume | Capaian Fisik | |
| 1 | Penanganan Longsoran (Segmen I & II) | Konawe Utara | 0,8 Km | 100% |
| 2 | Pengaman Pantai Desa Wawoangi | Buton Selatan | 302,20 m | 100% |
| 3 | Talud Pengaman Pantai Desa Karae | Buton Selatan | 70,30 m | 100% |
| 4 | Normalisasi Sungai Lasembangi | Kab. Button | 177,6 m | 100% |
| 5 | Rehabilitasi Irigasi DI Asolu | Kab. Konawe | 306,53 m | 100% |
| 6 | Rehabilitasi Irigasi DI Tamboli | Kab. Kolaka | 250,67 m | 100% |
Keberhasilan pembangunan infrastruktur fisik tersebut khusunya di bidang Irigasi kini terintegrasi dalam ekosistem digital Digipeta Sijari .
Bagi Syukriyanto, fungsi utama dari sistem jaringan irigasi yang terintegrasi adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan dan distribusi air guna mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan dan langkah-langkah strategi untuk pemeliharaan dan monitoring jangka panjang.
Secara spesifik, sangat berdampak peningkatan produktivitas pertanian, pengurangan resiko kekeringan dan banjir, koordinasi pengelolaan dan distribusi air yang sesuai.
Modernisasi ini searah dengan keinginan Gubernur Andi Sumangerukka untuk membangun Sulawesi Tenggara yang lebih maju dan mandiri.
Dengan tersedianya data irigasi yang akurat secara digital, pemerintah daerah dapat merespons kebutuhan petani dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kami bekerja dengan semangat pengabdian untuk mewujudkan visi besar Gubernur. Melalui kolaborasi dan inovasi, kami membangun infrastruktur Sultra yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga cerdas secara sistem, sehingga sasaran pembangunan lebih tepat sasaran dan akuntabel,” pungkas Syukriyanto. (Ikhsan)


Tinggalkan Balasan