KONAWE UTARA, – Komitmen sektor swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Konawe Utara mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah setempat.
Dua perusahaan pertambangan, PT Makmur Lestari Primatama (MLP) dan PT Kembar Emas Sultra (KES), resmi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara atas peran aktif mereka dalam pengelolaan persampahan.
Penyerahan penghargaan tersebut menjadi salah satu agenda krusial dalam seremoni penutupan Festival Konasara yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Konawe Utara.
Piagam diserahkan langsung oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., kepada manajemen perusahaan di hadapan jajaran Forkopimda dan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konawe Utara, Marjoni, S.KM., M.PH., menyatakan bahwa keterlibatan PT MLP dan PT KES bukan sekadar partisipasi seremonial.
Menurutnya, manajemen sampah yang dilakukan kedua perusahaan selama festival berlangsung memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan publik.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif PT MLP dan PT KES. Kolaborasi ini terbukti sangat membantu pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan selama rangkaian Festival Konasara. Ini adalah bentuk sinergi yang kita harapkan,” ujar Marjoni dalam keterangannya.
Menanggapi apresiasi tersebut, perwakilan manajemen PT MLP dan PT KES, Arifin Lahay, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan.


Ia menegaskan bahwa aspek lingkungan merupakan prioritas utama dalam operasional perusahaan.
Arifin juga mengungkapkan bahwa PT MLP saat ini telah mengantongi predikat PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Predikat ini menjadi bukti autentik bahwa perusahaan telah memenuhi standar kepatuhan regulasi lingkungan yang ketat.
“Penghargaan dari Pemda Konawe Utara ini menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk terus bersinergi dan berkontribusi nyata bagi ‘Bumi Oheo’. Kami berkomitmen untuk terus menjaga keselarasan antara operasional bisnis dengan kelestarian alam,” tutur Arifin.
Menanggapi apresiasi tersebut, perwakilan manajemen PT MLP dan PT KES, Arifin Lahay, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa aspek lingkungan merupakan prioritas utama dalam operasional perusahaan.
Arifin juga mengungkapkan bahwa PT MLP saat ini telah mengantongi predikat PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Predikat ini menjadi bukti autentik bahwa perusahaan telah memenuhi standar kepatuhan regulasi lingkungan yang ketat.

“Penghargaan dari Pemda Konawe Utara ini menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk terus bersinergi dan berkontribusi nyata bagi ‘Bumi Oheo’.
Kami berkomitmen untuk terus menjaga keselarasan antara operasional bisnis dengan kelestarian alam,” tutur Arifin.
Melalui momentum HUT ke-19 ini, Pemda Konawe Utara berharap pola kemitraan antara pemerintah dan pihak swasta dapat terus diperkuat.
Fokus utamanya adalah mewujudkan program lingkungan hidup yang berkelanjutan guna memastikan kekayaan alam Konawe Utara tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Acara penutupan Festival Konasara sendiri berlangsung meriah, menandai babak baru kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah yang ramah lingkungan di Sulawesi Tenggara. (red)


Tinggalkan Balasan