KOLAKA, – Ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bersatu Padu dari Desa Lamedai dan Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), melancarkan aksi protes besar-besaran. Mereka menggeruduk kawasan Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) pada Kamis (27/11/2025) sebagai bentuk puncak kekecewaan.

Aksi ini dipicu oleh terendamnya ratusan hektare sawah mereka akibat banjir bandang. Petani menduga kuat banjir ini merupakan dampak langsung dari aktivitas pembangunan dan pembukaan lahan yang masif di kawasan industri IPIP, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sultra.

Petani menuntut pertanggungjawaban serius dari PT IPIP selaku pengelola kawasan. Tuntutan utama mereka mencakup empat poin krusial yang harus segera dipenuhi:

... ...
  • Ganti Rugi Segera: Petani meminta PT IPIP membayar ganti rugi sebesar Rp31.000.000 per hektare untuk seluruh sawah yang terendam banjir.

  • Normalisasi Sungai: Melakukan normalisasi total pada Sungai Oko-Oko dan memperbaiki tanggul hingga ke bagian muara.

  • Saluran Sekunder Baru: Membangun saluran sekunder baru yang menghubungkan tanggul Sungai Oko-Oko menuju Persawahan Lawani.

  • Perbaikan Infrastruktur: Memperbaiki seluruh jalan usaha tani yang dilaporkan rusak parah akibat dampak banjir.

Selain tuntutan materiel, petani juga mendesak Pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk turun tangan. Mereka meminta Pemerintah serius mengawasi dugaan kerusakan lingkungan yang dinilai telah mengancam ketahanan pangan masyarakat setempat.

Jenderal Lapangan aksi, Johan, menjelaskan bahwa PT IPIP mengelola lahan seluas 11.100 hektare untuk pembangunan fasilitas vital, termasuk hauling, HPAL (High Pressure Acid Leaching), dan smelter.

Namun, menurut Johan, pembukaan lahan secara besar-besaran telah memicu deforestasi atau penggundulan hutan. Hal ini berdampak langsung pada ekosistem Sungai Oko-Oko.

”Akibat deforestasi, daya dukung dan daya tampung sungai menjadi lemah. Air hujan langsung mengalir deras ke sungai lalu meluap ke persawahan di Lamedai dan Oko-Oko. Lumpur pun menutup sawah warga,” kata Johan, menjelaskan kronologi kerusakan.

Aksi protes ini berlangsung tertib, namun dengan tensi tinggi, menunjukkan betapa mendesaknya tuntutan petani agar aktivitas pembangunan industri tidak mengorbankan lahan pertanian dan sumber mata pencaharian mereka.

Polling Lainnya di Sulawesi Tenggara
Lihat Semua Polling →
Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
55 / 100 Skor SEO