KENDARI, – Kinerja sektor perbankan di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sepanjang tahun 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra mencatat, pertumbuhan ini ditopang oleh perkembangan potensi ekonomi lokal di berbagai sektor di wilayah tersebut.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, pada Kamis (20/11), menerangkan bahwa pertumbuhan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) tercermin dari peningkatan aset perbankan sebesar 3,13%, mencapai Rp60,24 triliun. Angka ini diikuti oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 3,28% yang mencapai Rp33,12 triliun.
“Dari sisi kredit perbankan juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 5,6%, mencapai Rp41,73 triliun,” jelas Ismi Maulana.
Menurutnya, pertumbuhan impresif ini disebabkan oleh potensi ekonomi lokal Sultra yang terus berkembang, menjadi lahan subur bagi proses penyaluran dan pembiayaan perbankan.
Lebih lanjut, OJK Sultra melihat prospek pertumbuhan kredit yang semakin cerah dengan adanya sinergi regional. Pemerintah Provinsi Sultra bersama Jawa Timur telah melaksanakan misi dagang, yang salah satunya melibatkan kolaborasi Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Jatim dan Bank Sultra.
“Dampak dari KUB ini tentunya nanti ke depan di 2026 akan mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kredit di Sulawesi Tenggara,” tutur Bismi Maulana.
Sinergi KUB juga diharapkan mampu meningkatkan perolehan dana pihak ketiga, terutama Dana Murah (Tabungan dan Giro). Bank Jatim sebagai bank induk di KUB, dipandang dapat berkontribusi membantu pertumbuhan DPK di Bank Sultra.
Dengan pertumbuhan ekonomi Sultra di angka 5,89%—berada di atas pertumbuhan nasional (5,12%)—OJK Sultra optimistis sektor keuangan akan terus menjadi pilar utama pembangunan daerah. (red)










