Pendidikan

Siska Karina Imran Dalami Strategi Pendidikan dan Pelayanan Publik Terbaik di Singapura

170
×

Siska Karina Imran Dalami Strategi Pendidikan dan Pelayanan Publik Terbaik di Singapura

Sebarkan artikel ini
Walikota Siska Karina Imran

SINGAPURA, – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bekerja sama dengan Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), Singapura.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Park Royal on Beach Road, Selasa (11/11/2025), merupakan bagian dari program penguatan kapasitas yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kepemimpinan daerah.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, mengatakan KPPD dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas para kepala daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah masing-masing.

Menurut Ace, para kepala daerah akan menjalani sesi pembelajaran intensif bersama profesor dan tenaga ahli di kampus LKYSPP, serta melakukan kunjungan lapangan.

“Mereka akan belajar di kampus bersama para profesor dan tenaga ahli, serta mengunjungi berbagai tempat strategis yang berkaitan dengan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, transportasi umum, pengelolaan sampah, dan sekolah-sekolah yang menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan,” jelas Ace.

Ia menekankan bahwa pembelajaran di Singapura tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga praktis. Hal ini dilakukan melalui observasi langsung terhadap sistem pelayanan publik yang efisien dan terintegrasi.

“Singapura adalah salah satu negara dengan penilaian terbaik dalam hal pelayanan publik. Kita perlu melihat dan mempelajari bagaimana negara tersebut mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Salah satu sesi pembelajaran spesifik yang diikuti Wali Kota Kendari membahas strategi dan kebijakan pendidikan yang menjadikan Singapura sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

Dalam sesi tersebut, peserta KPPD mendapatkan materi dari Ms. Chan Lai Fung, Sekretaris Tetap Lembaga Penelitian dan Pengembangan Singapura. Ia memaparkan bagaimana negara itu menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama sejak masa awal kemerdekaan tahun 1959.

Materi menjelaskan empat fase evolusi pendidikan Singapura, mulai dari fase kelangsungan hidup (1959–1978) yang berfokus memperluas akses pendidikan dasar, hingga fase efisiensi (1979–1996) dengan sistem streaming untuk menekan angka putus sekolah.

Kemudian, diperkuat dengan fase berbasis kemampuan dan aspirasi (1997–2011) yang memperkuat kualitas tenaga pendidik, dan fase berpusat pada siswa (2012–sekarang) yang menekankan pembelajaran personal, teknologi, serta pendidikan karakter dan nilai.

Poin penting dari sistem Singapura adalah penekanan pada kualitas guru. Pemerintah merekrut sepertiga terbaik dari tiap angkatan melalui sistem “select then train”, untuk kemudian dilatih secara profesional di National Institute of Education (NIE) sebelum mengajar.

Ace Syadzily juga memastikan program pembelajaran ke Singapura ini murni didukung oleh Purnomo Yusgiantoro Center, dan sama sekali tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kapasitas para pimpinan daerah,” tegas Ace. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!