Konawe – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe resmi merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode Januari 2026. Hasilnya, terjadi lonjakan signifikan pada sejumlah kelompok pengeluaran, dengan sektor perumahan dan kesehatan menjadi penyumbang kenaikan tertinggi.
Data tersebut dipaparkan langsung oleh Plt. Kepala BPS Kabupaten Konawe, Fatchur Rochman, dalam rilis resmi yang dihadiri jajaran Pemda Konawe di Kantor BPS, Senin (2/2/2026).
Fatchur merinci, inflasi year-on-year (y-on-y) ini dipicu oleh kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran. Dua sektor yang paling mencolok kenaikannya adalah:
Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar: Naik drastis 16,66 persen.
Kelompok Kesehatan: Naik signifikan 16,58 persen.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” ujar Fatchur Rochman.
Selain perumahan dan kesehatan, kelompok pengeluaran lain juga merangkak naik, di antaranya:
Makanan, Minuman, dan Tembakau: 3,32%
Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: 4,5%
Pendidikan: 1,42%
Penyediaan Makanan/Restoran: 1,29%
Meski mayoritas naik, terdapat kelompok yang mengalami penurunan, yakni sektor informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen. Sementara sektor rekreasi dan olahraga terpantau stabil.
Fatchur berharap angka-angka ini tidak hanya menjadi pajangan statistik, melainkan menjadi “alarm” bagi Pemerintah Daerah Konawe dalam mengambil kebijakan ekonomi.
“Data IHK ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara tepat oleh pemangku kepentingan, khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” tegasnya.

Turut hadir dalam rilis tersebut Asisten III Setda Konawe, Kabag Ekonomi, serta perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Kabupaten Konawe.
(red/pdn)


Tinggalkan Balasan