KENDARI — Sebanyak 30 jemaah umrah asal Kota Kendari dilaporkan sempat terlantar di Madinah, Arab Saudi, akibat ketidakjelasan akomodasi dari pihak agen travel. Para jemaah bahkan disebut tertahan di dalam bus tanpa kepastian tempat penginapan.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan sekitar Masjid Nabawi pada Minggu (15/2/2026).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang saat itu berada di Madinah, langsung turun tangan membantu para jemaah setelah menerima informasi terkait kondisi warga Kendari tersebut.

Masalah Akomodasi dan Administrasi
Berdasarkan keterangan jemaah, permasalahan bermula dari ketidakjelasan hotel yang seharusnya disiapkan oleh agen travel.

Selain itu, sebelumnya juga sempat terjadi persoalan administrasi di Jakarta terkait pengurusan visa dan tiket perjalanan.

Akibat kondisi tersebut, para jemaah harus menunggu lama di dalam bus tanpa kepastian tempat menginap. Mereka juga dilaporkan belum mendapatkan makanan sejak siang hari.

Mengetahui kondisi tersebut, Siska Karina Imran langsung mendatangi lokasi dan menemui para jemaah untuk mendengarkan keluhan mereka.

Ia kemudian melakukan koordinasi guna memastikan para jemaah mendapatkan tempat penginapan sementara.

Selain itu, kebutuhan dasar jemaah, termasuk makanan dan logistik, juga langsung disediakan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga Kendari selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Salah satu jemaah, Fery Fadli, mengaku sangat terbantu dengan respons cepat wali kota. Ia mengatakan para jemaah sempat mengalami kelelahan dan kebingungan sebelum mendapatkan bantuan.

“Kami sudah lemas karena belum makan dan tidak tahu harus bagaimana. Alhamdulillah ibu wali kota datang membantu,” ujarnya.

Para jemaah pun mengaku lega setelah mendapatkan kepastian tempat menginap serta kebutuhan logistik.

Dalam perkembangan informasi, para jemaah diketahui diberangkatkan melalui Travelina yang disebut sebagai konsorsium penyelenggara perjalanan umrah dan haji berkantor pusat di Jakarta dan digunakan untuk memberangkatkan jemaah asal Sulawesi Tenggara.

Namun di tengah kondisi jemaah yang terlantar, beredar kabar bahwa pemilik travel tersebut berinisial KI diduga sedang melangsungkan pernikahan di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan.

Seorang sumber menyebutkan owner travel tersebut diduga menikah pada hari yang sama saat persoalan jemaah terjadi.

“Informasinya yang bersangkutan menikah hari ini di Kecamatan Angata, uang panainya Rp 100 juta ditambah satu kunci mobil,” kata sumber.

Hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak travel terkait kabar tersebut maupun tanggung jawab atas pelayanan jemaah.

Pengingat Memilih Travel Terpercaya
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih teliti dalam memilih agen travel umrah, termasuk memastikan legalitas dan kesiapan layanan perjalanan.

Langkah cepat pemerintah daerah dalam membantu warganya di luar negeri juga dinilai sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. (red)

9 / 100 Skor SEO