Madinah, – Puluhan jemaah umrah asal Kendari dilaporkan terlantar di Madinah, Arab Saudi. Mereka tidak mendapatkan fasilitas penginapan maupun konsumsi setibanya di lokasi ibadah.

Situasi tersebut mendorong Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, turun langsung membantu para jemaah dengan menyediakan akomodasi sementara dan memastikan kebutuhan logistik terpenuhi.

Salah seorang jemaah, Andi Dewi Zukrufi, mengungkapkan rombongan awal berjumlah 64 orang diberangkatkan dari Kendari menuju Jakarta. Namun keberangkatan mereka tidak berjalan sesuai rencana.

“Awalnya kami 64 orang. Kemudian diberangkatkan 30 orang atas desakan kami, akhirnya kami berangkat 30 orang sedangkan 34 orang lainnya masih ada di Jakarta,” ujarnya saat dihubungi dari Madinah.

Sebanyak 30 jemaah yang tiba di Madinah justru tidak mendapatkan fasilitas hotel maupun konsumsi. Kondisi tersebut membuat para jemaah kebingungan dan sempat terlantar.

“Kami pikir masih aman-aman saja setelah dari Doha ke Jeddah. Ternyata di Madinah tidak disediakan hotel maupun makanan,” katanya.

Tak hanya rombongan di Madinah, sebanyak 34 calon jemaah lainnya dilaporkan tertahan di Jakarta selama empat hari tanpa kejelasan keberangkatan.

“Yang 34 calon jemaah itu sudah terkatung-katung selama empat hari. Dijanjikan diberangkatkan tapi tidak juga berangkat, bahkan mau dipulangkan ke Kendari,” ungkapnya.

Situasi itu disebut memicu kepanikan di kalangan jemaah karena ketidakpastian perjalanan.

Andi Dewi mengatakan kondisi para jemaah cukup memprihatinkan, terutama karena sebagian tidak memiliki dana pribadi.

“Ada enam orang lansia. Ada yang sama sekali tidak punya uang, ada juga yang hanya pegang Rp200 ribu,” tuturnya.

Kondisi semakin sulit karena pihak travel tidak dapat dihubungi, bahkan tour leader disebut kehilangan kontak dengan perusahaan penyelenggara.

“Tour leader-nya sudah lost kontak dengan pihak travel,” ujarnya.

Ia juga menduga pihak travel tidak bertanggung jawab terhadap fasilitas jemaah.

“Nama travelnya Travelina. Tiba-tiba di Madinah tidak ada hotel,” katanya.

Selain itu, disebutkan pula bahwa travel diduga belum menyelesaikan pembayaran hotel dan katering sehingga jemaah tidak mendapatkan layanan.

Wali Kota Kendari Ambil Langkah Cepat
Melihat kondisi jemaah yang panik dan kebingungan, Andi Dewi kemudian berinisiatif menghubungi Wali Kota Kendari yang saat itu juga tengah menjalankan ibadah umrah.

“Karena bingung dan panik, saya inisiatif hubungi Bu Wali Kota,” ujarnya.

Setelah menerima laporan tersebut, Siska Karina Imran langsung bergerak membantu para jemaah dengan memfasilitasi penginapan sementara serta memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.

“Alhamdulillah sudah diamankan Bu Wali. Setelah salat subuh kami sarapan bersama,” kata Andi Dewi.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih agen perjalanan umrah serta memastikan legalitas dan tanggung jawab penyelenggara perjalanan.

Hingga kini, pihak travel penyelenggara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penelantaran jemaah tersebut. (red)

58 / 100 Skor SEO