Kendari — Banjir mendadak kembali terjadi di wilayah RW 05 Kelurahan Anawai dan RW 06 Kelurahan Wuawua, Senin malam (23/2/2026)

Warga menyebut genangan air muncul tiba-tiba meski tidak ada hujan, bahkan disebut lebih parah dibanding banjir saat hujan deras.

Berdasarkan rekaman video warga yang beredar, air terlihat mengalir deras hingga merendam jalan dan permukiman.

Dalam video tersebut, arus air tampak cukup kuat dan menggenangi kawasan sekitar perumahan, memicu kepanikan warga.

Ketua RW 05 Anawai, Mirkas, mengatakan banjir terjadi secara mendadak dan langsung masuk ke rumah warga.

“Banjir datang tiba-tiba dan justru lebih parah dibanding saat hujan deras. Biasanya air naik perlahan kalau hujan, tapi ini langsung tinggi dan warga kaget,” kata Mirkas kepada wartawan, Selasa 24 Februari 2026.

Menurutnya, air merendam puluhan rumah warga dengan ketinggian bervariasi hingga masuk ke dalam permukiman. Warga bahkan tidak sempat menyelamatkan barang karena air datang tanpa tanda-tanda.

Warga menduga banjir dipicu aktivitas pembangunan perumahan di sekitar wilayah tersebut.

Mirkas menyebut terdapat dugaan penimbunan aliran kali yang sebelumnya menjadi jalur air alami dan kemudian dijadikan saluran perumahan.

“Warga menduga ada penimbunan aliran air sehingga jalurnya berubah dan tidak lancar. Air yang seharusnya mengalir malah meluap ke permukiman,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembangunan perumahan di sekitar kawasan tersebut berlangsung cukup masif.

Berdasarkan informasi warga, jumlah pembangunan diduga mencapai ribuan unit perumahan subsidi dan melibatkan lebih dari 10 developer.

Kondisi itu dikhawatirkan mempengaruhi sistem drainase dan aliran air di lingkungan sekitar.

Mirkas mengatakan pihaknya bersama warga telah melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah setempat.

Warga meminta kelurahan memfasilitasi pertemuan dengan pihak developer untuk mencari solusi.

“Kami sudah melaporkan ke kelurahan dan meminta agar developer dipanggil untuk bertemu dengan masyarakat. Kami ingin ada penjelasan dan solusi konkret,” katanya.

Warga juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi terhadap perizinan pembangunan perumahan di kawasan tersebut serta menindak tegas developer yang terbukti melanggar aturan.

“Kami berharap pemerintah mengevaluasi perizinan perumahan dan menindak developer nakal jika terbukti melanggar. Yang terpenting, ada normalisasi saluran air agar banjir tidak terus terjadi,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mencegah banjir mendadak kembali terjadi dan memastikan pembangunan tidak merugikan masyarakat sekitar. (red)

65 / 100 Skor SEO