Konawe — Deru mesin traktor roda empat memecah kesunyian Ranch Wawolemo, Desa Tirawuta, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Hamparan lahan milik pemerintah provinsi yang sebelumnya merupakan kawasan ranch sapi dan belum dimanfaatkan secara optimal, kini bertransformasi menjadi kebun jagung produktif serta sumber penghidupan baru bagi masyarakat desa.

Program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara (Distanak Sultra) mengoptimalkan kawasan Ranch Wawolemo sebagai sentra produksi jagung berbasis masyarakat.
Petani diberi akses mengelola dan memanfaatkan lahan tanpa biaya sewa dan berhak penuh atas hasil panen.
Total lahan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Ranch Wawolemo mencapai 544 hektare.
Dari kawasan tersebut, tujuh kelompok tani dengan 141 anggota mulai menggarap lahan untuk budidaya jagung sebagai sumber ekonomi baru masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian berbasis agro maritim yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah, sejalan dengan visi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.
Petani Mengelola dan Memanfaatkan Lahan, Benih dan Alat Produksi

Pemerintah daerah memastikan petani tidak terbebani biaya produksi. Berbagai fasilitas disediakan untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas.
Petani mendapat dukungan mekanisasi modern berupa pinjam pakai tiga unit traktor roda empat, bantuan 2.265 kilogram benih jagung hibrida, 25 unit handsprayer elektrik, serta 13 unit alat tanam jagung.

Selain itu, pemerintah menyalurkan herbisida sistemik, obat pengendali hama, hingga perlengkapan keselamatan kerja berupa sepatu bot.
Dukungan pembiayaan juga diperkuat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Sultra sebesar Rp201 miliar sepanjang 2025, dengan sekitar 30 persen dialokasikan untuk sektor pertanian.
Kredit alat dan mesin pertanian senilai Rp17 miliar turut disalurkan guna memperkuat mekanisasi di sentra pangan.
Ranch Wawolemo kini tidak hanya menjadi lahan produksi, tetapi juga pusat pengembangan pertanian modern.
Panen jagung hibrida varietas phython mulai dilakukan di kawasan tersebut dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai pengelola.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Distanak Sultra dan Pupuk Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya jagung.
Pemerintah daerah juga menggandeng Universitas Halu Oleo dalam kegiatan demplot penanaman jagung untuk penelitian dan pengembangan teknologi pertanian.
Pendampingan petani dilakukan melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu guna meningkatkan keterampilan dan adopsi teknologi di tingkat desa.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Petani mengaku terbantu karena kini memiliki akses lahan, bibit, dan sarana produksi yang sebelumnya sulit diperoleh.
Rahman, salah seorang petani, mengatakan program tersebut membantu meningkatkan penghasilannya.
“Dulu kami sulit dapat lahan dan biaya untuk mulai menanam. Sekarang sudah ada lahan, bibit, dan alat. Kami tinggal kerja maksimal, hasil panennya juga untuk kami,” ujarnya.
Ketua kelompok tani setempat, Ilham, menilai program tersebut juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
Produksi Pangan Sultra Meningkat
Pengembangan pertanian di Wawolemo sejalan dengan tren peningkatan produksi pangan di Sulawesi Tenggara.

Data Badan Pusat Statistik mencatat total luas panen padi Sulawesi Tenggara tahun 2025 mencapai 151,81 ribu hektare dengan total produksi 680,82 ribu ton gabah kering giling (GKG).
Angka ini meningkat dibanding 2024 yang tercatat 130 ribu hektare dengan produksi 555,84 ribu ton.
Peningkatan luas panen sebesar 16,78 persen dan produksi 22,49 persen tersebut menunjukkan sektor pertanian menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Program pengembangan jagung di Ranch Wawolemo diharapkan menjadi bagian penting dari tren positif tersebut.
Hasil program mulai menunjukkan perkembangan signifikan.
Pada Musim Tanam II 2025, pemanfaatan lahan di kawasan Ranch Wawolemo terus meningkat dengan produktivitas yang semakin stabil.
Sepanjang tahun 2025, petani bahkan telah berhasil melakukan dua kali panen jagung.
Memasuki awal 2026, sekitar 60 hektare tanaman jagung hibrida tumbuh subur dan kini kembali bersiap memasuki masa panen, menandai keberhasilan awal program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian di kawasan tersebut.

Kepada awak media, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof Muhammad Taufik, menegaskan program pengembangan jagung di Ranch Wawolemo merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Menurutnya, pemanfaatan lahan milik pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara merupakan bentuk optimalisasi aset daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga memastikan dukungan menyeluruh mulai dari penyediaan benih unggul, mekanisasi pertanian, pendampingan teknis.
“Program ini dirancang agar petani dapat berproduksi secara optimal tanpa terbebani biaya besar. Harapannya, masyarakat semakin mandiri dan sektor pertanian menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, diharapkan pengelolaan Ranch Wawolemo menjadi contoh sinergi antara aset pemerintah dan kerja masyarakat desa dalam membangun ekonomi berbasis pertanian Agro Maritim.
“Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan kemandirian pangan berbasis agro maritim di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya. (Ikhsan)
- bantuan petani pemerintah daerah
- Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara
- ekonomi desa berbasis pertanian
- ketahanan pangan Sulawesi Tenggara
- pemberdayaan petani desa
- pengembangan pertanian agro maritim
- pertanian jagung hibrida
- produksi jagung Sultra
- program jagung Ranch Wawolemo
- Ranch Wawolemo Konawe


Tinggalkan Balasan