KENDARI, – Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari terus menelisik dugaan penyalahgunaan dana jemaah umrah yang melibatkan Travel TI.

Kanit Tipidter Satreskrim, IPDA Ariel Mogens Ginting, menegaskan penyelidikan kini tengah fokus pada kemungkinan keterlibatan pihak lain selain terduga pelaku utama.

“Pendalaman saat ini masih difokuskan pada pengelola dana, tapi kami tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang turut menikmati hasil kejahatan atau ikut terlibat dengan sadar dan niat jahat,” ujar IPDA Ariel Mogens Ginting, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, penyidik tengah mencari bukti-bukti yang bisa mengungkap mens rea atau unsur kesengajaan pihak lain yang terlibat.

“Kalau terbukti, tidak menutup kemungkinan ada terduga baru yang akan kami tetapkan. Ini bukan hanya satu orang, kami ingin memastikan semua pihak yang bersalah diproses hukum,” tambahnya.

Modus penggunaan dana jemaah lintas gelombang keberangkatan membuat polisi menyoroti jaringan transaksi dan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap rekening.

“Alur dana ini akan kami telusuri sampai ke akar. Setiap rupiah harus jelas penggunaannya, jika tidak, hukum akan menjerat siapa pun yang terlibat,” tegas IPDA Ariel.

Sementara itu, polisi masih mendata jumlah korban dan total kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. Penyidikan dijalankan secara profesional dan transparan, dengan menunggu bukti yang cukup sebelum menetapkan tersangka baru.

Hingga kini, pihak Travel TI belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam penyalahgunaan dana jemaah umrah. (red)

60 / 100 Skor SEO