Kendari – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari bersama Satpol PP menggelar operasi senyap penjaringan anak jalanan (anjal), Sabtu (14/2/2026) malam. Hasilnya, petugas mengamankan tiga anak yang ternyata masih berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD).

Operasi yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WITA ini menyisir sejumlah titik rawan. Salah satu lokasi utama yang menjadi sasaran adalah perempatan lampu merah McDonald’s (MCD) yang kerap menjadi titik aktivitas anjal.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, mengungkapkan pihaknya menggunakan strategi khusus dalam penjaringan kali ini. Petugas menggunakan mobil operasional Maxim untuk melakukan pendekatan taktis agar sasaran tidak melarikan diri, didukung mobil TRC Dinsos dan patroli Satpol PP.

“Dalam kegiatan malam ini kami menemukan tiga anak yang masih di bawah umur dan masih aktif bersekolah. Mereka langsung kami amankan untuk dilakukan pendataan dan pelatihan,” ujar Rukmana di lokasi.

Anak ketiga yang diamankan diketahui berinisial:

  • Aldi (10): Siswa kelas III SD, tinggal di daerah perkuburan.

  • Reski (10): Siswa kelas III SD, domisili Kelurahan Bende.

  • Tasya (12): Siswa kelas IV SD, domisili Kelurahan Bende.

Meski dilakukan penjaringan, Rukmana menegaskan bahwa proses ini tetap mengedepankan sisi humanis. Anak-anak tersebut dianggap sebagai aset yang harus dilindungi, bukan pelaku kriminal.

“Anak-anak ini tidak kami lakukan sebagai pelaku pelanggaran, tetapi sebagai anak yang harus dilindungi dan dibina,” tegasnya.

Dinsos Kendari kini tengah melakukan asesmen mendalam untuk mengetahui alasan mereka turun ke jalan, apakah karena faktor ekonomi atau kurangnya pengawasan orang tua. Langkah ini diambil untuk mencegah eksploitasi anak dan risiko sosial di jalanan ibu kota Sulawesi Tenggara. (red)

10 / 100 Skor SEO