KENDARI, – Pagi di Kendari terasa berbeda pada Jumat (20/2/2026). Udara masih sejuk ketika rombongan dari SDN 35 Kendari memulai perjalanan anjangsana.

Bukan sekadar agenda rutin, kegiatan itu menjadi bagian dari ikhtiar menyambut Ramadan dengan menebar kepedulian.

Di tengah kesibukan kota yang terus bergerak, rombongan sekolah memilih menapaki jalan sunyi menuju panti jompo dan sejumlah pondok pesantren.

Sejak pukul 09.00 WITA, langkah-langkah mereka membawa pesan sederhana, Ramadan berbagi, menguatkan silaturahmi, dan menghadirkan harapan bagi sesama.

Dipimpin Kepala SDN 35 Kendari, Hasria, S.Pd., M.M., bersama dewan guru, kegiatan sosial tersebut menyasar sejumlah lokasi, mulai dari panti jompo hingga Pondok Pesantren Al Azkar 3, Pondok Pesantren Khasuful Ulum, Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Pondok Pesantren Wushul Fawas, dan Pondok Pesantren Ulum Qur’an.

Di setiap tempat yang disinggahi, rombongan menyerahkan bantuan berupa beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

Bagi penerima, bantuan itu tidak hanya berarti dukungan materi, tetapi juga perhatian yang menghadirkan rasa dihargai dan diperhatikan di bulan suci.

Senyum para lansia di panti jompo merekah ketika bantuan diserahkan. Sementara di lingkungan pesantren, para santri menyambut kedatangan rombongan dengan hangat.

Suasana yang terbangun bukan sekadar seremonial, melainkan perjumpaan antarmanusia yang dipersatukan oleh semangat kepedulian.

Hasria menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang ingin ditanamkan sekolah kepada masyarakat sekitar.

Menurut dia, pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas, melainkan juga menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.

“Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan empati, kepedulian, dan semangat berbagi. Pendidikan harus melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial,” ujarnya.

Kegiatan anjangsana itu sekaligus menunjukkan peran lembaga pendidikan sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ramadan sendiri selalu menghadirkan makna yang lebih dalam dari sekadar ritual ibadah. Ia menjadi ruang refleksi, pengingat akan pentingnya kebersamaan, dan kesempatan mempererat hubungan antarsesama.

Melalui kegiatan sederhana ini, SDN 35 Kendari mencoba menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata.

Di tengah dinamika kehidupan modern, langkah kecil seperti anjangsana menjadi pengingat bahwa kepedulian masih menemukan jalannya.

Ramadan pun hadir bukan hanya sebagai penanda waktu, melainkan juga sebagai momentum untuk menumbuhkan kasih sayang dan memperkuat ikatan kemanusiaan. (red)

68 / 100 Skor SEO