Morowali – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri nikel Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Peristiwa longsor tailing dilaporkan terjadi di area kerja PT QMB New Energy Materials, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.

Informasi kejadian tersebut pertama kali beredar melalui sejumlah grup WhatsApp dan pesan suara yang diduga berasal dari pekerja di lokasi kejadian.

Dalam laporan awal, longsoran material tailing disebut menimbun sejumlah alat berat yang tengah beroperasi di area tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat empat unit ekskavator, satu unit buldoser, satu unit dump truck hauling, dan satu unit alat berat jenis sany tertimbun material longsoran.

Selain itu, dilaporkan pula adanya dugaan korban jiwa dari kalangan pekerja operator.

Diduga Akibat Dumping Tailing di Area Retak
Insiden ini diduga dipicu aktivitas dumping muatan tailing di lokasi yang kondisi tanahnya telah mengalami banyak retakan.

Kondisi tersebut membuat area menjadi labil hingga memicu longsoran material tailing.

Kawasan tersebut diketahui memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana seperti longsor, banjir, dan gempa bumi.

Hal itu juga tercantum dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kecamatan Bahodopi 2019–2039 yang mengklasifikasikan wilayah tersebut sebagai kawasan rawan bencana.

Selain faktor kondisi tanah, tingginya curah hujan di kawasan industri tersebut juga disebut meningkatkan risiko longsor pada fasilitas penyimpanan tailing.

Limbah tailing merupakan sisa hasil pengolahan nikel yang bersifat korosif dan berpotensi beracun. Dalam proses ekstraksi, satu ton logam nikel dapat menghasilkan sekitar 150–200 ton limbah tailing.

Produksi nikel dalam skala besar di kawasan IMIP disebut menghasilkan puluhan juta ton tailing setiap tahun. Kondisi ini menuntut sistem pengelolaan limbah yang ketat karena berpotensi menimbulkan risiko lingkungan dan keselamatan kerja.

Sebelumnya, pada pertengahan 2025, pemerintah menemukan timbunan tailing tanpa izin dengan luas lebih dari 10 hektare dan volume mencapai jutaan ton di kawasan industri tersebut.

Kecelakaan Serupa Pernah Terjadi
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan kerja di kawasan industri nikel Morowali.

Pada Maret 2025, longsor tailing di area IMIP juga menimbulkan korban jiwa dari kalangan pekerja operator alat berat.

Sejumlah pihak menilai kejadian berulang ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk pengawasan fasilitas penyimpanan tailing serta standar operasional di lapangan.

Serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah melakukan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.

Mereka menilai perlu ada evaluasi sistem pengelolaan limbah dan penerapan standar keselamatan kerja di kawasan industri nikel.

Hingga saat ini, pihak perusahaan dan otoritas terkait masih melakukan pendataan di lokasi kejadian serta memastikan kondisi pekerja dan dampak insiden.

Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti longsor serta memastikan adanya langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (red)

9 / 100 Skor SEO