Kendari — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui percepatan ekspor dan hilirisasi industri.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing produk daerah di pasar global.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sukanto Toding, mengatakan pemerintah tengah menjalankan berbagai langkah konkret, termasuk pembentukan Tim Percepatan Ekspor Sulawesi Tenggara.

“Pemerintah daerah fokus pada penguatan struktur ekonomi melalui hilirisasi dan efisiensi biaya ekspor agar produk Sultra lebih kompetitif,” kata Sukanto kepada awak media di Kendari, Kamis 26 Februari 2026.
Menurut Sukanto, tim percepatan ekspor tersebut dibentuk melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/486 Tahun 2025 sebagai upaya mengurai berbagai hambatan perdagangan luar negeri.
“Tim ini dibentuk untuk mengidentifikasi kendala ekspor, mulai dari persoalan regulasi, logistik, hingga standar mutu produk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tim telah menggelar rapat koordinasi perdana dengan melibatkan 17 instansi strategis, mulai dari Bea Cukai, Karantina, Bank Indonesia, BUMN sektor logistik dan pelabuhan, hingga organisasi pelaku usaha.

“Kita ingin ada sinergi lintas sektor agar proses ekspor lebih efisien dan terintegrasi,” jelasnya.
Sukanto mengungkapkan, penguatan ekspor juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan. Pemerintah mendorong peningkatan kontribusi sektor non-tambang, khususnya pertanian dan perikanan.
Selain itu, kebijakan pemerintah juga menargetkan efisiensi biaya ekspor hingga 50 persen untuk meningkatkan daya saing produk daerah di pasar internasional.
“Dengan efisiensi biaya dan hilirisasi, kita berharap nilai tambah produk meningkat dan peluang pasar semakin luas,” ujarnya.
Sukanto menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dalam memperkuat ekonomi daerah.
Ia menyebut terdapat empat arahan utama gubernur, yakni mempertahankan ekspor langsung (direct export), meningkatkan nilai tambah produksi petani, memperbesar pangsa ekspor sektor non-tambang khususnya pertanian dan perikanan, serta memperkuat infrastruktur wilayah terutama jalan dan pelabuhan.
“Arahan gubernur jelas, bagaimana ekonomi daerah harus tumbuh berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sultra berharap percepatan ekspor dan hilirisasi industri dapat memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya ekonomi Sultra semakin kuat, berdaya saing global, dan mampu menciptakan peluang bagi pelaku usaha lokal,” tutup Sukanto. (red)


Tinggalkan Balasan