Kendari – Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Kendari terus memperkuat perannya dalam mendorong sektor perumahan di Sulawesi Tenggara.

Hingga awal 2026, BTN KC Kendari mencatatkan total aset mencapai Rp 3 triliun, dengan mayoritas ditopang oleh penyaluran kredit perumahan.

Hal tersebut disampaikan Branch Manager BTN KC Kendari, Yusuf Rizali, dalam kegiatan Gathering Developer yang dirangkaikan dengan peringatan HUT BTN ke-76 di Kendari, Senin (9/2/2026).

“Hari ini BTN menginjak usia ke-76. Ini usia yang matang dan menuntut kami untuk semakin dewasa dan bijaksana dalam menyikapi tantangan ke depan. Terima kasih kepada seluruh mitra strategis yang telah bersama BTN hingga hari ini,” ujar Yusuf dalam sambutannya.

Menurut Yusuf, capaian BTN KC Kendari tidak terlepas dari peran para pengembang perumahan yang menjadi mitra strategis bank.

Dari total aset Rp 3 triliun tersebut, sekitar Rp 2,9 triliun berasal dari kredit yang disalurkan, khususnya sektor perumahan.

“Artinya, hampir seluruh aset BTN Kendari dibangun dari kolaborasi bersama para developer. Ini pencapaian bersama,” katanya.

Yusuf juga menyinggung dinamika kinerja BTN Kendari sepanjang 2025 yang diwarnai berbagai tantangan, terutama terkait kuota pembiayaan.

“Terus terang, di 2025 kami sempat ngap-ngapan di bulan-bulan terakhir karena target kembali ditambah, padahal kuota masih besar. Namun dari Januari sampai Agustus sebenarnya posisi kami sudah hijau,” jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut justru menjadi pembelajaran penting untuk menyusun strategi di 2026.

Apalagi, situasi 2025 disebut berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, di mana kuota justru habis lebih cepat.

Pada kesempatan tersebut, BTN KC Kendari juga mendorong pemanfaatan produk Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai alternatif pembiayaan yang dinilai lebih kompetitif.

“KPP ini produk yang sangat menarik. Bunganya hanya 5,99 persen, jauh di bawah KPR konvensional yang selama ini berada di kisaran 10 hingga 13 persen,” ungkap Yusuf.

Ia menegaskan, meski bunga rendah, produk KPP tetap menguntungkan BTN karena didukung skema subsidi pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

“Ini win-win solution. Developer diuntungkan, masyarakat terbantu, dan bank tetap sehat,” jelasnya.

BTN, kata Yusuf, membuka peluang seluas-luasnya bagi para developer di Sultra untuk memanfaatkan KPP, terlebih bagi pengembang yang telah berpengalaman dalam pembiayaan KPR.

Di akhir sambutannya, Yusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra pengembang yang selama ini mendukung pertumbuhan BTN KC Kendari.

“Tanpa disadari, BTN Kendari hari ini memiliki aset Rp 3 triliun. Itu angka besar untuk Sultra. Dan yang membangun angka itu adalah Bapak dan Ibu semua,” pungkasnya.

Acara Gathering Developer BTN KC Kendari ini turut dihadiri perwakilan Kementerian PKP, BPJS Ketenagakerjaan, asosiasi pengembang seperti REI, HIMPERA, APERSI, serta jajaran internal BTN.  (red)

20 / 100 Skor SEO