Konawe Selatan – Warga Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan dengan aksi pembelahan perut seekor buaya muara berukuran besar. Di dalam perut reptil tersebut, warga menemukan potongan tubuh seorang pria lanjut usia BA (74) yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Kasi Humas Polres Konawe Selatan, Iptu Komang Budayana, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan setelah dilakukan pencarian menyusul laporan kehilangan dari pihak keluarga. Korban diduga diterkam buaya saat sedang beraktivitas di kawasan tambak dekat sungai.

“Anak korban sebelumnya melaporkan ayahnya hilang. Selanjutnya dilakukan pencarian dan ditemukan jasad korban di empang dengan kondisi mengenaskan usai diterkam buaya pada Sabtu malam,” ujar Iptu Komang Budayana, Minggu (22/2/2026).

Berdasarkan video amatir yang beredar, proses evakuasi berlangsung dramatis dan mencekam di pinggir sungai yang gelap. Warga yang geram berhasil menangkap dan membunuh buaya tersebut sebelum akhirnya membelah penjelajah.

Dari dalam perut hewan predator itu, warga mengeluarkan potongan organ tubuh korban seperti tangan dan bagian lainnya yang telah tercabik-cabik. Jenazah korban kemudian dikumpulkan dan dibungkus menggunakan terpal biru untuk dibawa ke rumah duka.

“Sudah ada korban lagi ini, saudara kita diterkam buaya. Himbauan untuk masyarakat Roraya dan sekitarnya, berhati-hati lagi jika pergi di kali,” ujar seorang warga dalam rekaman video tersebut.

Kali Roraya memang dikenal sebagai salah satu habitat asli buaya muara di Konawe Selatan. Meski berbahaya, sungai ini tetap menjadi lokasi utama warga setempat untuk mencari nafkah, seperti memancing atau mencari pokea (kerang sungai).

Insiden ini maut menambah panjang daftar konflik antara manusia dan buaya di wilayah tersebut. Sebelumnya pada bulan April 2025, peristiwa serupa juga terjadi di lokasi yang sama hingga melibatkan Basarnas dalam proses pencarian korban.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, mengingat keberadaan predator yang bisa menyerang kapan saja. (ads)

9 / 100 Skor SEO