KENDARI — Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional, Adil Hakim, resmi melantik Ketua dan jajaran pengurus KORMI Sulawesi Tenggara periode 2026–2030 di Claro Hotel Kendari, Minggu (15/2/2026).

Ketua KORMI Sultra terpilih, Herfain, menegaskan kepemimpinannya akan fokus pada pembenahan organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota serta memperkuat peran olahraga masyarakat di daerah.

 

Target Benahi Organisasi dan Perkuat Inorga

Dalam wawancara usai pelantikan, Herfain menyebut sasaran utamanya adalah memperkuat struktur organisasi KORMI di daerah.

“Sasaran pertama saya membenahi organisasi KORMI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Selama ini ada KORMI, tapi induk organisasi olahraga belum semuanya berhimpun. Padahal di Sulawesi Tenggara ada sekitar 16 Inorga, namun belum semuanya terwadahi di daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembentukan Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di kabupaten/kota menjadi prioritas agar struktur KORMI dapat terbentuk secara menyeluruh.

Menurut Herfain, 90 persen pengurus KORMI Sultra merupakan ketua Inorga sehingga dinilai akan memudahkan pembentukan organisasi di daerah.

“Kami punya tugas masing-masing membentuk Inorga di kabupaten/kota. Salah satu syarat berdirinya KORMI daerah adalah minimal tiga induk olahraga berhimpun,” katanya.

Target FORNAS 2027 dan Sinergi Antar Pengurus

Selain pembenahan organisasi, KORMI Sultra juga menargetkan partisipasi aktif pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2027.

“Tahun 2027 akan ada Fornas. Kami akan melakukan sinergi dengan ketua-ketua Inorga dan pengurus KORMI agar berjalan bersama membesarkan KORMI Sultra,” jelas Herfain.

Ia berharap sinergi tersebut mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi dan kebugaran.

Pelestarian Olahraga Tradisional

Herfain juga menyoroti pentingnya pelestarian olahraga tradisional di tengah perkembangan generasi muda.

Ia mengaku sejumlah Inorga olahraga tradisional belum terbentuk di Sulawesi Tenggara, namun pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus nasional untuk menghadirkannya di daerah.

“Kami akan membawa Inorga olahraga tradisional yang belum ada di Sulawesi Tenggara agar permainan rakyat tetap lestari,” ujarnya.

Jenis Olahraga Masyarakat yang Sudah Berkembang

Sejumlah olahraga masyarakat yang saat ini telah berhimpun di KORMI Sultra antara lain panahan melalui IESPA, binaraga, kalistenik Sparco, drum band IDCA, dance mix, hingga olahraga otomotif offroad.

Menurut Herfain, pengembangan olahraga masyarakat membutuhkan dukungan ruang publik dan fasilitas yang memadai.

“Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah terkait penyediaan lahan dan ruang publik. Pengurus KORMI perlu dilibatkan karena memahami kebutuhan fasilitas olahraga masyarakat,” katanya.

Olahraga Jadi Kebutuhan Masyarakat

Herfain juga mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar gaya hidup.

“Olahraga sekarang bukan hanya gaya hidup, tapi kebutuhan. KORMI menaungi semua kelompok usia, dari anak muda hingga lansia, melalui tiga komisi, yaitu kebugaran, olahraga tantangan, dan olahraga tradisional,” jelasnya.

Kemitraan dengan Lembaga Olahraga Nasional

Herfain menegaskan KORMI akan bersinergi dengan berbagai lembaga olahraga nasional.

Menurutnya, peran masing-masing lembaga berbeda, namun saling melengkapi.

“Kami bermitra dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia yang fokus pada olahraga prestasi, serta Komite Olimpiade Indonesia untuk hubungan internasional, sementara KORMI fokus pada olahraga masyarakat dan tradisional,” ujarnya.

Dukungan KORMI Nasional

Sementara itu, Adil Hakim dalam sambutannya menilai kepemimpinan baru KORMI Sultra memiliki pengalaman kuat dan diharapkan mampu memadukan kedisiplinan dengan pendekatan humanis.

Ia menilai Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar mengembangkan olahraga masyarakat dengan jumlah penduduk sekitar dua juta jiwa yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan.

“Olahraga masyarakat tidak hanya meningkatkan kebugaran, tetapi juga berdampak pada ekonomi, UMKM, dan penguatan sosial,” ujarnya.

Pelantikan ditutup dengan komitmen pengurus KORMI Sultra untuk menyusun program kerja adaptif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan partisipasi olahraga di Sulawesi Tenggara. (red)

62 / 100 Skor SEO