KENDARI – Herfain menegaskan komitmennya memperkuat olahraga tradisional dan rekreasi masyarakat usai resmi dilantik sebagai KetuakKomite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2030.
Ia menargetkan pembenahan organisasi hingga pengembangan induk olahraga masyarakat (Inorga) di seluruh kabupaten dan kota.
Herfain menyebut pembenahan struktur organisasi menjadi langkah awal yang akan dilakukan dalam kepemimpinannya. Menurutnya, selama ini masih terdapat sejumlah daerah yang belum memiliki wadah induk organisasi olahraga masyarakat secara optimal.
“Sasaran pertama saya membenahi organisasi KORMI provinsi maupun kabupaten/kota. Banyak Inorga di Sulawesi Tenggara, tetapi belum seluruhnya terwadahi hingga ke daerah,” ujar Herfain kepada wartawan.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sedikitnya 16 Inorga di tingkat provinsi, namun belum seluruhnya terbentuk di kabupaten/kota.
Karena itu, pihaknya akan mendorong pembentukan organisasi hingga ke daerah sebagai fondasi pengembangan olahraga masyarakat.
Selain pembenahan organisasi, Herfain juga menargetkan peningkatan partisipasi Sultra pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2027. Ia berencana membangun sinergi dengan seluruh pengurus dan ketua Inorga agar pembinaan olahraga masyarakat berjalan lebih terarah.
“Kami akan membangun sinergi dengan seluruh pengurus dan Inorga agar KORMI Sultra bisa berkembang dan berprestasi di tingkat nasional,” katanya.

Herfain juga menaruh perhatian pada pelestarian olahraga tradisional agar tetap diminati generasi muda. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan cabang olahraga tradisional yang belum berkembang di Sultra.
Menurutnya, olahraga masyarakat harus menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus kebutuhan masyarakat, tanpa batasan usia.
“Olahraga sekarang bukan lagi sekadar gaya hidup, tetapi kebutuhan. Di KORMI ada olahraga kebugaran, olahraga tantangan, hingga olahraga tradisional yang bisa diikuti semua kalangan, dari anak muda hingga lansia,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan olahraga masyarakat juga membutuhkan dukungan ruang publik dan fasilitas yang memadai.
Karena itu, KORMI Sultra akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk penyediaan sarana olahraga yang dapat diakses masyarakat luas.
Ke depan, Herfain berharap KORMI Sultra mampu menjadi motor penggerak peningkatan kebugaran masyarakat sekaligus melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian dari budaya lokal.
“Target kami membentuk Inorga di kabupaten/kota dan memperkuat olahraga masyarakat agar Sultra semakin bugar dan produktif,” pungkasnya. (red)


Tinggalkan Balasan