Kendari – Warga Kendari diminta memanfaatkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar hari ini, 13 Februari 2026, di halaman Ex MTQ Kendari.
Kegiatan ini menyediakan beras, telur, minyak goreng, dan gula dengan harga jauh lebih murah dari pasar.
Dari pantauan perdetiknews, warga sudah mulai memenuhi lokasi dan menunggu GPM dibuka.
Sebelumnya, Ketua Umum KADIN Sultra, Anton Timbang, mengatakan kegiatan ini bertujuan menekan inflasi di tiga wilayah, yaitu Kolaka, Kendari, dan Baubau, sekaligus memberdayakan UMKM lokal.
“Gerakan ini bukan hanya menekan harga pangan, tapi juga memberi kesempatan bagi pengusaha lokal untuk berdaya,” ujar Anton.
Ketua Panitia GPM KADIN, Haikal, menambahkan, kegiatan melibatkan 25 UMKM dengan total 3.000 sak beras SPHP atau sekitar 15.000 kg untuk dua hari.
Semua dijual di bawah harga pasar agar masyarakat bisa terbantu.
Beberapa harga komoditas yang tersedia:

Beras SPHP: Rp 55.000 per karung
Telur: Rp 56.000 per nampan
Minyak goreng: Rp 14.000 per liter
Gula pasir: Rp 13.000 per kg
Menurut data Badan Pusat Statistik, Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 5,10 persen dengan IHK 110,37.
Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Kolaka sebesar 6,75 persen (IHK 112,65), sedangkan inflasi terendah di Kabupaten Konawe sebesar 3,79 persen (IHK 109,58).
Inflasi terjadi karena kenaikan indeks sebagian besar kelompok pengeluaran, antara lain:
Makanan, minuman, dan tembakau: 5,03%
Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 17,35%
Kesehatan: 2,35%
Transportasi: 1,76%
Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: 0,13%
Rekreasi, olahraga, dan budaya: 1,54%
Pendidikan: 4,96%
Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 1,45%
Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 12,39%
Kelompok yang mengalami deflasi adalah:
Pakaian dan alas kaki: 0,69%
Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga: 0,12%
Sementara itu, inflasi month-to-month (m-to-m) dan year-to-date (y-to-d) masing-masing tercatat 0,69 persen.
Haikal mengimbau warga datang lebih awal, membawa uang tunai, dan memperhatikan batas pembelian agar semua pengunjung mendapatkan jatah.
Dengan kondisi inflasi Januari 2026 yang cukup tinggi, GPM ini menjadi langkah strategis menstabilkan harga kebutuhan pokok dan membantu warga Kendari serta sekitarnya mendapatkan pangan terjangkau. (red)


Tinggalkan Balasan